Home Bisnis dan Usaha Cara Memulai Bisnis Peternakan Ayam Skala Kecil, Keuntungannya Lebih Menggiurkan

Cara Memulai Bisnis Peternakan Ayam Skala Kecil, Keuntungannya Lebih Menggiurkan

by Lara Nifa

Bisnis ternak ayam termasuk salah satu usaha yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar. Daging ayam banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Saat bersantai mencari makan di warung pinggir jalan atau restoran, ayam selalu menjadi suguhan yang disajikan di manapun kita berada. Maka tak heran bila permintaan pasar akan daging ayam tidak pernah habis.

Mengetahui hal tersebut, sebagian orang tertarik menggeluti bisnis peternakan ayam karena dapat menjanjikan keuntungan yang tak lekang oleh waktu. Meski berpotensi, bisnis ini juga memiliki persaingan yang cukup ketat. Kalau tidak ingin kalah saing dari kompetitor, Anda perlu cara dan strategi matang untuk memenangkan pasar. Baik ayam negeri maupun ayam kampung dapat dipilih sebagai bisnis ternak ayam ini. Berikut langkah-langkah persiapan memulai bisnis peternakan ayam untuk skala kecil.

Terlebih Dahulu Mempersiapkan Lahan Ternak

Hal penting yang perlu dipersiapkan sejak awal adalah lahan peternakan ayam. Anda dapat menentukan berapa luas lahan sesuai dengan kebutuhan dan jumlah ayam yang akan diternak. Jangan terlalu kecil dan sempit karena membuat proses ternak ayam menjadi tidak maksimal.  Untuk 8 hingga 12 ekor ayam bisa menyiapkan lahan sekitar 1-2 meter.

Itu berarti Anda perlu menyediakan lahan yang luasnya lebih dari 2 meter kalau jumlah ayam ternak diatas 20 ekor atau bahkan lebih. Pastikan lahan yang akan digunakan tidak berdekatan dengan pemukiman warga untuk menghindari risiko terkena penyakit unggas.

Membangun Kandang

Setelah menemukan lahan, maka langkah selanjutnya membuat kandang untuk ayam ternak. Pembuatan kandang perlu disesuaikan dengan jenis ayam yang akan diternak. Biasanya ada dua jenis kandang yang digunakan, yakni kandang REN, kandang dengan sistem postal, dan kandang baterai. Untuk kandang pertama bentuknya terbuka tanpa atap.

Walau ada juga jenis kandang sistem REN yang menggunakan atap. Lebih cocok digunakan untuk jenis ayam kampung karena membuat ternak bergerak secara leluasa. Sementara kandang sistem postal tampak tertutup tanpa sekat. Umumnya kandang ini dialasi dengan sekam padi sebagai lantai kandang. Jenis kandang sistem postal lebih cocok digunakan pada jenis ternak ayam potong. Terakhir kandang dengan sistem baterai yang umumnya cocok untuk ternak ayam petelur.

Memilih Bibit Berkualitas dan Membeli Pakan yang Bagus

Membeli bibit ayam berkualitas akan menghasilkan ayam-ayam yang berkualitas juga. Cobalah mencari anakan ayam dengan usia di bawah 10 hari atau baru lahir. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  •       Pilih bibit yang gerakannya aktif dan tidak mengalami sakit atau cacat fisik.
  •       Bibit bertubuh gemuk, bulat, dan berisi.
  •       Mata terlihat tajam, daerah di sekitar anus tidak kotor, dan hidung bersih.
  •       Bibit memiliki bulu yang mengkilap, tampak sehat, dan tidak terlihat kusam.

Berikan hewan ternak ini vaksin agar tak mudah terkena penyakit. Selanjutnya Anda perlu memilih jenis pakan yang bagus agar ayam ternak lebih sehat dan unggul. Jenis pakan bisa pelet, dedak, pur, dan juga biji jagung. Pemberian pakan ayam penting untuk memenuhi nutrisinya, sehingga hewan ternak dapat tumbuh secara berkualitas dan maksimal. Anda dapat menggunakan sistem ad libitum dalam pemberian pakan, sehingga makanan selalu tersedia untuk ayam ternak.

Menyiapkan Berbagai Perlengkapan

Dalam melakukan ternak ayam, Anda memerlukan beberapa perlengkapan pendukung. Mulai dari irigasi, minuman, listrik, dan masih banyak yang dibutuhkan. Buat rencana dan disiapkan dengan matang agar proses ternak ayam dapat optimal.

Melakukan Pemeliharaan Ayam

Masukan bibit ayam unggul pada 7 hari pertama dan beri pakan dan minum air hangat. Berikan bibit ayam jenis pakan crumbles, kemudian kurangi suhu inkubator. Saat ayam tak lagi membutuhkan pemanas, maka matikan suhu inkubator. Bulu ayam akan tumbuh di minggu ke empat, dan hewan ternak ini butuh 2 kali lipat pakat. Silahkan lakukan pembersihkan kandang di minggu berikutnya, lakukan secara rutin karena ayam akan menghasilkan lebih banyak kotoran.

Masa Panen dan Sanitasi

Anda dapat melakukan panen setelah ayam berumur 30 hari. Jangan lupa lakukan pengapuran pada dinding dan lantai kandang untuk sanitasi setelah masa panen. Agar kandang tidak dipenuhi bibit penyakit, semprotkan juga formalin di area tersebut.

Menyusun Strategi Awal Berbisnis Ternak Ayam

Bisnis ternak ayam sama halnya dengan membuka bisnis di bidang lain yang membutuhkan modal. Namun tak perlu takut karena modal bisnis ternak ayam tidak sebesar membuka bisnis kebanyakan. Modal pun bisa balik cepat, tergantung bagaimana strategi yang Anda susun. Nah, ada beberapa hal penting yang perlu disiapkan. Karena masih di tahap awal, Anda butuh biaya operasional dan biaya modal awal.

Buatlah perkiraan berapa banyak jumlah modal membeli atau menyewa lahan, kandang, bibit unggul, pakan ayam, tempat makan dan minum, obat atau vitamin, serta kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan operasional. Anda perlu melakukan riset harga di pasaran terlebih dahulu agar kebutuhan modal tidak membengkak.

Demikian cara memulai bisnis peternakan ayam skala kecil namun menawarkan keuntungan menggiurkan. Semoga Anda berhasil.

Related Posts