Home Administrasi Cara Membuat Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Cara Membuat Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

by Greg Pascal
surat perjanjian jual beli rumah

Sebelum Anda melakukan transaksi jual beli rumah, lebih baik Anda membuat surat perjanjian jual beli rumah agar Anda terhindar dari sengketa hukum. Surat Perjanjian Jual Beli Rumah atau SPJB adalah dokumen bukti kesepakatan antara penjual dan pembeli. Kali ini kita akan membahas SPJB beserta contoh surat jual beli dan cara membuat surat jual beli rumah

Fungsi SPJB adalah menciptakan perasaan tenang bagi kedua belah pihak, memuat hak dan kewajiban dengan jelas sehingga dapat dijadikan bukti yang kuat, mengurangi risiko terjadi perselisihan, dan sebagai acuan apabila ada perbedaan pendapat.

Hal-Hal Sebelum Membuat SPJB

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum Anda membuat SPJB yaitu,

1. Identitas Penjual dan Pembeli

Pastikan identitas pihak pertama dan pihak kedua sudah tercantum dalam surat. Hal ini menandakan bahwa transaksi jual beli yang berlangsung adalah sah bagi masing-masing pihak. Pihak pertama biasanya adalah penjual rumah dan pihak kedua adalah pembeli. Identitas meliputi nama lengkap, alamat, kontak, serta Nomor Induk Kependudukan (NIK).

2. Spesifikasi Rumah

Periksa kembali data rumah yang akan Anda beli. Data-data yang diperiksa seperti luas tanah, luas bangunan, nomor sertifikat, alamat lengkap rumah, batasan objek di sisi barat, timur, utara, dan selatan serta foto rumah. 

3. Isi Disertai Pasal

Biasanya, isi SPJB akan dijabarkan menjadi beberapa pasal yaitu harga yang menjelaskan secara detail harga tanah yang dijual, harga bangunan, dan jumlah dari harga tanah serta bangunan di atasnya. Selanjutnya ada cara pembayaran, dimana akan dijelaskan apakah pembeli akan membayar secara tunai, dicicil atau secara KPR. Ketiga, tanggal pembayaran yang memuat tanggal pembayaran awal sampai pelunasan. 

Lalu ada uang tanda jadi atau uang muka meresmikan status jual beli dan mengikat kedua belah pihak. Kelima, jaminan dan saksi, menjelaskan jaminan serta saksi minimal dua orang yang membenarkan kepemilikan penjual terhadap objek yang akan dibeli. Pasal selanjutnya, penyerahan dan status kepemilikan yang menandai waktu dilakukan serah terima sertifikat dan kunci dari penjual ke pembeli.

Keenam, balik nama kepemilikan, pasal ini mengatur cara mengalihnama sertifikat dan mewajibkan pihak penjual untuk membantu proses tersebut. Lalu, pajak, iuran dan pungutan dimana sebelum tanda tangan, biaya-biaya tersebut masih menjadi tanggungan pihak penjual dan akan menjadi tanggungan pihak pembeli setelah tanda tangan.

Yang terakhir ada masa berlaku perjanjian dan hal lain yang mengatur apa yang terjadi apabila salah satu pihak meninggal dunia dan mencantum cara menyelesaikan hal-hal lain.

surat perjanjian jual beli rumah

Baca Artikel Selanjutnya :

4. Tanda Tangan dan Pengesahan Materai

Apabila semua detail sudah terisi di SPJB maka hal terakhir adalah menandatangani SPJB yang dilakukan oleh kedua belah pihak dengan menggunakan materai 6000 dan disaksikan oleh saksi serta notaris. 

Lalu, bagaimana contoh SPJB rumah? Di bawah ini adalah contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :  

Umur : 

Pekerjaan :  

Alamat :  

NIK :  . . . . . . . . . .

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (Penjual).

Nama : 

Umur : 

Pekerjaan : 

Alamat : 

 NIK :  . . . . . . . . . .

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA (Pembeli).

Pada tanggal ……, PIHAK PERTAMA telah melepas secara mutlak sebidang tanah yang berada di ……. kepada PIHAK KEDUA dengan harga tunai Rp…. (……rupiah). Pembayaran dilakukan tunai di hadapan saksi-saksi.

Batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut:

Sebelah barat :  

Sebelah timur :  

Sebelah utara :  

Sebelah selatan :  

Maka sejak tanggal …. Tanah bangunan tersebut telah menjadi milik pihak ke II.

Demikian akta jual beli ini dibuat, dan disepakati oleh pihak I, pihak II, serta saksi-saksi. Berikut penandatanganan sebagai permulaan dari pemindahan hak milik pihak I kepada pihak II.

Lokasi, Tanggal/Bulan/Tahun

TANDA TANGAN MASING-MASING

PIHAK PERTAMA                                                                       PIHAK KEDUA

 

SAKSI-SAKSI

 

Saksi I                                         Saksi II                                         Saksi III

Selain hal yang perlu di perhatikan di atas, ada beberapa syarat agar SPJB dinilai sah. Berdasar pasal 1320 KUHPer (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata), ada empat syarat yang menentukan sahnya perjanjian. Pertama, kedua belah pihak mengikat diri dalam satu perjanjian tanpa adanya paksaan dan perjanjian tersebut tidak didasari penipuan.

Kedua, pihak yang membuat perjanjian telah dinilai mampu untuk membuat perjanjian, seperti sudah dewasa, tidak berada dalam pengampunan, dan memiliki hak membuat perjanjian secara hukum. Ketiga, ada objek yang menjadi bahan perjanjian. Objek yang dimaksud adalah hal yang dijual-belikan. Keempat, perjanjian tidak dibuat berdasar sebab palsu atau tidak jelas juga tidak memuat hal yang dilarang undang-undang.

Demikian fungsi, cara membuat dan contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah. Jika Anda masih bingung, Anda bisa meminta bantuan kepada teman atau saudara yang pernah melakukan transaksi jual beli. Pastikan bahwa data yang Anda terima sudah sesuai dengan aslinya sebelum melakukan perjanjian. Selamat membeli rumah impian Anda.

Related Posts