Home Karir Cara Membuat Portofolio dan Point yang Harus Dicantumkan

Cara Membuat Portofolio dan Point yang Harus Dicantumkan

by Lara Nifa
Cara Membuat Portofolio dan Point yang Harus Dicantumkan

Menyusun portofolio terbaik bisa menarik perhatian pihak perekrut. Pastinya ini ditujukan untuk seluruh pelamar kerja agar dapat masuk ke tahap seleksi kerja selanjutnya. Maka dari itu, kumpulkan seluruh karya yang Anda miliki setelah itu itu putuskan mana saja karya yang layak dimasukkan ke dalam portofolio.

Portofolio sejatinya menjadi sebuah sarana unjuk diri mengenai keahlian, keterampilan serta pengalaman Anda dalam berkarir di bidang apapun. Membuat portofolio dengan baik akan membantu pihak perekrut mengetahui Anda lebih banyak lagi. Cara pembuatan portofolio yang benar harus memuat beberapa poin seperti berikut ini.

1.       Pernyataan Keaslian

Anda harus mengawali portofolio dengan menyatakan bahwa yang ditampilkan di dalam dokumen tersebut merupakan karya asli miliki pribadi dan sifatnya rahasia. Itu berarti, seluruh materi yang ada tidak boleh diduplikasi atau disalin untuk kepentingan dan keperluan apa pun tanpa adanya izin dari pemilik karya tersebut.

2.       Filosofi Kerja

Cantumkan pula deskripsi singkat tentang nilai-nilai yang dipegang mengenai industri yang dijalankan. Seperti, Anda berprofesi sebagai fashion designer. Di dalam proses mendesain, Anda selalu memasukan unsur tradisional Indonesia, berupa kain ulos dan kan batik. Begitu juga ketika pakaian diproduksi, dimana Anda hanya menggunakan material kain ramah lingkungan.

3.       Tujuan Profesional untuk Karir

Cantumkan juga dengan jelas terkait apa yang akan Anda capai untuk waktu setidaknya 5 tahun ke depan? Tulis seperti apa rencana atau visi misi serta target jangka pendek, menengah dan jangka panjang di portofolio tersebut.

4.       Resume

Jika portofolio berupa hard copy, sediakan satu halaman untuk memuat resume. Bila Anda memilih metode online, cantumkan link resume di portofolio agar perekrut dapat men-download nya sewaktu-waktu ketika mereka memerlukannya.

5.       Keahlian yang Dimiliki serta Contoh Karyanya

Anda bisa mengidentifikasikan beberapa keterampilan atau keahlian Anda yang sekira penting untuk karir saat ini. Misalnya sebagai desainer grafis, bisa menuliskan beberapa keahlian seperti berikut ini, yakni pembuatan desain dan ilustrasi, keterampilan dalam berkomunikasi, menguasai beberapa jenis software untuk pengolahan gambar.

Di dalam portofolio cantumkan juga beberapa contoh hasil karya yang berhubungan dengan keahlian Anda. Misalnya ilustrasi buku, desain untuk iklan atau poster, hasil karya menggunakan software grafis yang berbasis vektor, serta karya lain yang sudah pernah Anda publikasikan.

Tips Menyusun Portofolio Terbaik Supaya Diterima Kerja

Anda mungkin telah mengetahui apa saja poin-poin yang harus dimuat di dalam portofolio. Saat ini inspirasi untuk portofolio online juga sudah banyak ditemukan. Sekarang sudah waktunya untuk menyimak cara membuat portofolio terbaik supaya memperbesar peluang diterima kerja, seperti berikut ini:

1.       Menampilkan Karya Terbaik

Membuat sebuah portofolio profesional tentu tidak lengkap jika tidak mencantumkan contoh karya terbaik yang Anda miliki. Pilihlah karya Anda yang sekiranya paling pantas untuk mewakili keahlian dan keterampilan yang Anda punya. Anda juga dapat menyertakan proyek yang mungkin sedang dijalankan. Paling penting adalah karya tersebut merupakan karya asli miliki Anda dan bukan meniru atau mengambil milik orang lain

2.       Masukkan Gambar Diri Ketika Bekerja

Pentingnya foto atau dokumentasi ketika proses berkarya menjadi sangat penting di poin ini. Saat anda sedang bekerja, jangan lupa untuk mendokumentasikan proses selama pengerjaan. Karena dengan satu gambar dapat mewakili ribuan kata. Lewat foto tersebut, tanpa Anda menjelaskan banyak hal, pihak perekrut sudah dapat menilai seperti apa Anda dalam bekerja.

3.       Masukkan Informasi Tentang Klien Terdahulu

Apakah Anda sudah pernah bekerja oleh klien ternama? Jika pernah, jangan ragu untuk mencantumkan ke dalam portofolio. Bekerja dengan klien ternama tentu sangat penting untuk memperlihatkan kredibilitas Anda sebagai orang yang ahli di bidangnya. Cara tersebut juga memberikan kesan terhadap perekrut bahwa diri Anda sudah cukup berpengalaman dalam menangani para klien penting dan bukan proyek main-main.

4.       Tambahkan Testimoni Klien

Mencantumkan testimoni dari para klien terdahulu juga dapat Anda masukkan ke poin-poin di portofolio. Pihak perekrut juga dapat melihat seperti apa kinerja Anda ketika menyelesaikan suatu proyek yang diambil. Pastinya hal ini dapat menciptakan kesan baik di mata perekrut melihat diri Anda secara pribadi.

5.       Memperagakan Keterampilan Anda

Apabila keterampilan yang Anda miliki, meliputi sektor teknologi komputer, ilustrasi, penulisan, fotografi, videografi. Anda bisa memperagakan keahlian tersebut. Anda bisa melakukan dengan cara mencantumkannya melalui link video supaya perekrut bisa mengaksesnya sendiri. Misalnya cantumkan link hasil karya yang sudah Anda buat, link buku atau tulisan yang telah diterbitkan, dan lain sebagainya.

6.       Membuat Portofolio Terlihat Profesional

Anda harus membuat alur portofolio dengan baik, jelas, ringkas, tertata rapi supaya perekrut mengetahui keseriusan Anda dalam melamar pekerjaan. Karena portofolio adalah gerbang utama menuju dunia kerja sekaligus menjadi perwakilan siapa Anda dan apa saja keahlian dan pencapaian yang dimiliki.

Related Posts