Home Tips Cara Jadi Sultan Di Usia Muda, Tidak Hanya Berhemat

Cara Jadi Sultan Di Usia Muda, Tidak Hanya Berhemat

by Lara Nifa

Sebagai kaum milenial yang memiliki pedoman untuk menjunjung tinggi kemerdekaan finansial, dengan hidup hemat serta selalu menabung yang akan menjadi prioritas utama diatas segalanya agar bisa memiliki finansial melebihi orang-orang.

Padahal tahukah Anda? Jika para sultan muda itu menjalani banyak sekali cara agar dapat seperti sekarang, tidak hanya menabung dan hidup hemat. Namun, mengelola uangnya dengan sangat baik dengan cara berinvestasi.

Tetapi dalam berinvestasipun tidak bisa sembarangan, karena jika salah langkah maka akan berakhir dengan kegagalan dan kerugian. Berikut adalah cara yang mereka lakukan supaya bisa menjadi kaya di usia yang masih muda dan semua itu harus Anda lakukan dengan penuh kesabaran.

Komitmen

Ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi, itu sama dengan sedang membangun sebuah hubungan. Tidak dapat dilakukan dengan terburu-buru dan langsung ke tahap pernikahan. Tentu ada proses yang harus dilewati terlebih dulu supaya dapat menikmati hubungan yang sedang terjalin.

Begitupun dengan investasi, Anda sebagai orang muda harus bisa bersabar. Harus dapat memperkuat komitmen, contohnya berkomitmen dalam menyisihkan uang untuk menabung secara rutin, komitmen ketika menghadapi suatu masalah atau resiko.

Pastikan uang yang dimiliki cukup

Investasi memang membuat senang karena Anda akan meraup keuntungan, namun harus berkomitmen. Sebelum Anda memutuskan untuk mulai berinvestasi, pastikan jika kebutuhan lainnya telah tercukupi dan Anda sudah mempunyai dana darurat.

Dana darurat ini idealnya adalah tiga hingga enam kali lipat dari penghasilan bulanan. Kemudian setidaknya dalam sebulan, Anda harus bisa menyisihkan 15-20% dari total penghasilan untuk dana darurat.

Jangan sampai, karena terlalu bersemangat berinvestasi Anda menjadi tidak memiliki simpanan dan hidup susah. Sebaiknya uang yang digunakan untuk investasi ini bukan dana untuk kebutuhan harian yang lebih penting untuk kelangsungan hidup.

Diverifikasi

Supaya investasi dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal dan minim resiko. Maka ada baiknya Anda melakukan yang namanya diverifikasi. Maksudnya adalah jangan menghabiskan uang hanya pada satu jenis instrumen saja, namun sebarkan dana yang Anda miliki ke instrumen yang berbeda.

Contohnya alokasikan 60% dana ke obligasi, 10% untuk deposito, 20% saham dan 10% reksadana pasar uang atau bisa ke emas dan lainnya. Tujuannya agar dapat meminimalisir kerugian jika salah satunya ada yang turun nilainya.

Mengetahui tujuan investasi

Setiap orang yang berinvestasi pastinya ingin mendapatkan keuntungan, namun pastinya mereka memiliki tujuan tersendiri hingga berani memutuskan untuk melakukan investasi. Contohnya si A berinvestasi karena dia 5 tahun lagi ingin menikah, atau 10 tahun kedepan akan mendirikan bisnis sendiri ketika sudah pensiun dari pekerjaannya.

Tujuan masing-masing individu pastilah berbeda, nah dari tujuan inilah nantinya Anda dapat memutuskan instrumen investasi manakah yang akan digunakan sebagai media mencapai target tersebut. Jadi, carilah informasi sebanyak mungkin agar tidak salah pilih.

Belajar

Carilah mentor atau bergabunglah pada satu komunitas yang dapat membimbing Anda berinvestadi dengan benar. Sebab, Anda bukanlah menanamkan uang dengan pasif, karenanya insting akan market dan bisnis haruslah diasah.

Mengapa harus memiliki pembimbing? Sebab investasi itu sama seperti ketika Anda sedang belajar berenang, bila salah pijak bisa tenggelam. Karenanya sangat penting bagi seorang investor pemula untuk lebih banyak belajar mengenai jenis investasi.

Bagaimana persyaratannya, biaya, modal, ketentuan, aturan main, resiko hingga mekanisme atau cara memperoleh keuntungan. Anda tidak bisa sembarangan ketika berinvestasi, jangan mudah tergiur dengan rumor yang beredar bila berinvestasi di platform A akan menghasilkan uang banyak.

Memahami tentang profil resiko

Masing-masing individu pasti memiliki gayanya sendiri dalam hal berinvestasi serta saat menyisihkan uangnya. Inilah yang dinamakan dengan profil resiko, si A mungkin tipe yang suka dengan tantangan dan berani menanamkan modal besar, walau belum tentu akan balik modal 100%. Contohnya berinvestasi pada saham.

Namun, belum si B berani melakukan hal yang sama dengan si A, dia lebih suka main aman dan bermain pada jenis-jenis investasi dengan resiko rendah. Misalnya deposito, emas atau reksadana. Inilah yang namanya profil resiko dan Anda harus memahami bagaimana karakter diri Anda sendiri, dengan tujuan supaya tidak salah langkah sehingga Anda mengalami kegagalan.

Kredibilitas perusahaan

Terakhir, pastikan jika perusahaan sekuritas dimana Anda akan menanamkan modal tersebut memang telah terdaftar di OJK dan mempunyai izin beroperasi secara legal. Karena jika ternyata mereka tidak terdaftar secara resmi, maka bisa jadi perusahaan tersebut adalah perusahaan investasi bodong.

Anda bisa mengecek atau memeriksa keabsahan dari perusahaan tersebut dengan masuk ke website resmi dari OJK dan melakukan pencarian nama perusahaan yang bersangkutan secara langsung. Jangan pernah sembarangan menginvestasikan dana Anda bila bukan pada sekuritas yang legal.

Related Posts