Home Investasi Cara Berinvestasi Di Pasar Modal, Cocok untuk Investor Pemula

Cara Berinvestasi Di Pasar Modal, Cocok untuk Investor Pemula

by Lara Nifa
cara investasi di pasar modal

Hampir semua orang ingin hidup sejahtera di masa mendatang, tanpa bekerja di hari tua dan tinggal menikmati hasil kerja dari tabungan pensiun. Anda mungkin termasuk salah satunya, makanya saat ini sedang gencar-gencarnya belajar cara investasi yang menguntungkan. Manfaat dari berinvestasi sangat berdampak bagi kelangsungan hidup Anda pada masa depan. Mulai dari memperkecil resiko terjerat utang, memberikan pasif income, hingga membangun kebahagiaan hidup bersama keluarga.

Untuk memperoleh manfaat tersebut, tentu Anda harus menentukan jenis investasi yang tepat. Salah satu produk paling direkomendasikan karena returnnya tinggi adalah investasi pasar modal. Pernah dengar tentang pasar modal? Ini merupakan wadah pertemuan antara pihak yang membutuhkan suntikan dana dengan pemberi pinjaman dana.

Kalau ingin terlibat di pasar modal, para investor pemula membutuhkan keberanian tinggi serta strategi yang matang. Mulailah dengan mempelajari cara berinvestasi di pasar modal berikut ini.

Pemula, Silahkan Pelajari Panduan Investasi Pasar Modal Berikut!

Bila sudah membulatkan tekad untuk memulai investasi jenis tersebut, silahkan pahami dulu konsep dan risiko yang akan dihadapi. Lebih baik dipelajari sejak dini agar tak merugikan diri sendiri. Pasar modal merupakan aktivitas yang berhubungan dengan perdagangan efek yang diterbitkan oleh perusahaan publik, serta profesi dan lembaga yang berhubungan dengan efek.

Fungsi dari pasar modal pertama sebagai sarana penambah modal usaha, kemudian menjadi sarana pemerataan pendapatan, meningkatkan kapasitas produksi dan pendapatan negara, serta sarana penciptaan tenaga kerja. Adapun manfaat dari pasar modal untuk investor yakni memperoleh dividen atau suatu perusahaan, melakukan investasi dalam beberapa instrumen yang mengurangi risiko, serta mencapai capital gain dari transaksi jual beli.

Pasar modal bahan bisa dianggap sebagai indikator perkembangan ekonomi suatu negara, menjadi sarana investasi masyarakat untuk mendapat keuntungan. Namun bukan berarti instrumen investasi ini tak memiliki kelemahan. Pasar modal tak selalu berujung manis, setiap ada kemungkinan untung pasti diukit dengan risiko kerugian. Apalagi harga aset di dalamnya sangat dipengaruhi oleh ketidakstabilan kurs. Jenis investasi inipun belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat, paling hanya kalangan menengah ke atas saja.

Setelah memahami konsep pasar modal, selanjutnya tentukan tujuan keuangan, memilih instrumen investasi yang diinginkan, membuka rekening khusus pasar modal, dan menjalankan investasi secara disiplin. Berikut panduan yang dapat diikuti pemula:

1. Tentukan Tujuan Investasi Secara Spesifik dan Jangka Waktunya

Apakah Anda ingin menyiapkan dana pernikahan, tabungan masa tua, biaya pendidikan anak, uang membeli rumah, renovasi properti, liburan, dan sebagainya. Tujuan harus ditentukan sejak awal agar lebih mudah dalam memilih jenis investasi pasar modal yang tepat. Untuk hal ini Anda bisa meminta bantuan kepada penasihat keuangan.

Kemudian terkait jangka waktu investasi perlu juga perlu ditentukan karena mempengaruhi jenis instrumen serta nominal yang harus disiapkan. Semakin pendek jangka waktunya, maka nominal investasi menjadi semakin besar. Sekali lagi kami ingatkan bahwa waktu adalah faktor penting yang harus ditargetkan bersama dengan tujuan investasi Anda.

2. Pilih Investasi Pasar Modal Sesuai Profil Risiko

Sebagai investor, Anda perlu memperhatikan profil risiko atas investasi pasar modal yang dipilih. Apakah ingin instrumen dengan tingkat risiko rendah-menengah seperti reksadana, atau ingin return tinggi dalam jangka pendek seperti saham. Mengenai profil risiko, ada 3 kategori yang harus diketahui yakni agresif, moderat dan konservatif.

Investor agresif adalah investor yang siap mengambil resiko besar demi mendapatkan imbalan lebih besar dari dana yang diinvestasikan. Untuk investor moderat masih bisa menerima fluktuasi harga dan berharap modal awal tidak habis. Sedangkan investor konservatif hanya menyukai investasi stabil dan tidak menyukai fluktuasi harga, mereka tak ingin modal awalnya berkurang. Berikut ini beberapa instrumen investasi pasar modal yang harus diketahui pemula:

  •       Saham
  •       Obligasi
  •       Reksa dana
  •       Warrant

3. Membuka Rekening Investasi di Perusahaan Sekuritas

Setelah menentukan tujuan keuangan dan memilih investasi pasar modal sesuai profil risiko, selanjutnya kita bisa membuka rekening investasi di perusahaan sekuritas. Ini merupakan syarat wajib yang harus dimiliki setiap investor. Caranya cukup mudah, bisa dilakukan secara online melalui perusahaan sekuritas terpercaya. Biasanya kita akan diminta melengkapi beberapa dokumen penting seperti KTP, NPWP, nomor rekening bank, dan melakukan pengisian terhadap formulir initial investment dari perusahaan sekuritas. Terkait modal awal, cukup terjangkau karena hanya perlu menyiapkan uang sebesar 100 ribu rupiah saja kita bisa berinvestasi pada pasar modal.

4. Menjalankan Investasi Secara Disiplin

Anda perlu memiliki strategi yang tepat dalam berinvestasi, sehingga target keuangan bisa tercapai dengan maksimal. Terpenting adalah melakukan analisis terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan beli, dibutuhkan juga kemampuan mengelola modal yang baik untuk mengantisipasi resiko kerugian. Jangan lupa melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja investasi tiap semester melalui manajer investasi terkait atau perusahaan sekuritas.

Demikian cara berinvestasi di pasar modal bagi pemula. Semoga membantu menambah pengetahuan Anda.

 

Related Posts