Home Tips Cara Atur Keuangan Sehabis di PHK Sampai Dapat Pekerjaan Baru

Cara Atur Keuangan Sehabis di PHK Sampai Dapat Pekerjaan Baru

by Lara Nifa

Dengan munculnya pandemi saat ini, dampaknya sangat besar bagi perekonomian masyarakat. Tidak hanya perusahaan besar, namun juga pengusaha kecil. Mayoritas orang merasakan kesulitan dalam mencari uang untuk memenuhi kebutuhan.

Dampak paling besar adalah terjadinya pemberhentian kerja pada karyawan atau PHK oleh perusahaan-perusahaan besar, sebab mereka sudah tidak lagi mampu untuk membayar gaji bahkan kegiatan operasional juga berhenti.

Tips mengelola keuangan setelah di PHK

Memang, ketika Anda terkena PHK pastinya perusahaan akan memberikan pesangon, namun uang tersebut tidak akan bisa membantu banyak. Sebab hidup tetap harus berjalan, Anda juga harus bisa mengelola dana tersebut sembari memutar otak agar segera mendapatkan pemasukan.

Berikut dibawah ini adalah tips bagi Anda untuk mengelola keuangan setelah di PKH :

Perhatikan uang keluar dan masuk

Buatlah catatan mengenai arus keluar masuk keuangan Anda. Ini bertujuan supaya Anda dapat melihat, pada bagian mana dari pengeluaran tersebut yang paling boros dan sebenarnya tidak terlalu penting. Dengan begitu, Anda bisa kembali mengatur keuangan agar lebih baik.

Anda harus mencatat pengeluaran serta pemasukan sekecil apapun, termasuk bila memberikan uang kepada pengamen atau tukang parkir. Ini bukan karena pelit, namun lebih supaya tahu kemana uang itu pergi. Jadi, Anda tidak bingung dengan arus uang yang dimiliki.

Rencanakan pengeluaran

Buatlah daftar kebutuhan bulan, pengeluaran rutin dan hal-hal yang dibutuhkan lainnya. Ini bertujuan agar Anda dapat melihat seberapa banyak dana yang harus dikeluarkan dan apakah akan ada sisa. Cara ini sangat efektif untuk dilakukan dan cukup mudah.

Apabila Anda sudah menentukan dan membagi uang-uang tersebut sesuai dengan kebutuhannya, maka usahakan tidak menggunakan dana tersebut diluar rencana. Jangan pula memakai uang membayar tagihan, untuk membeli kebutuhan pokok.

Gunakan uang sesuai dengan pos-posnya. Jangan lupa juga untuk tabungan dan investasi atau dana darurat. Jika sampai tidak tersisa untuk hal ini, maka Anda harus mengatur dan menghitung ulang. Sebab tabungan itu sangat penting.

Ketika berbelanja, manfaatkan promo dan diskon

Sebenarnya cara ini memang sering digunakan banyak orang, baik ibu rumah tangga, mahasiswa atau siapapun dan memang sangat membantu ketika ingin berbelanja sesuatu, kemudian mendapatkan potongan harga tentu membahagiakan.

Jadi, belilah barang-barang yang Anda butuhkan dengan memilih yang sedang ada potongan harganya. Disaat tidak ada pemasukan, maka hal ini akan sangat membantu Anda dalam berhemat. Namun, Anda harus ingat, bila tetap membeli barang yang dibutuhkan saja.

Karena jika Anda tergiur dengan produk-produk lain dan main beli saja. Tentunya akan menghancurkan pengelolaan uang Anda. Bisa-bisa, belum mendapatkan pekerjaan yang baru Anda sudah tidak memiliki uang.

Carilah tambahan penghasilan

Jika Anda merupakan orang yang tidak terlalu suka berdiam diri, maka ada baiknya mulai mencari kesibukan untuk menambah pemasukkan. Dengan pesangon yang diterima, Anda bisa membuka satu bisnis kecil-kecilan dirumah.

Contohnya berjualan minuman dingin (blend), berjualan makanan kecil, membuka kios rokok, atau bisa juga menjadi tenaga freelance dengan memanfaatkan keahlian yang dimiliki, misal penulis lepas, editing video dan lain sebagainya.

Berusahalah untuk tetap berpenghasilan walau yang didapatkan tidak besar seperti saat Anda masih bekerja. Karena jika Anda terlalu terlena dengan status menganggur, lama-lama Anda akan menjadi malas.

Segera cari pekerjaan yang baru

Jangan pernah kehilangan semangat karena di PHK, diberhentikan bukan berarti Anda tidak kompeten. Apalagi bila Anda termasuk salah satu karyawan yang terkena pemberhentian karena pandemi. Jadi, langsung saja buat lamaran pekerjaan, masukan ke semua lowongan pada perusahaan yang memang membuka peluang.

Namun, dalam memasukkan lamaran juga sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal. Seperti melihat, industri apa yang saat ini benar-benar terdampak karena pandemi, misalnya pariwisata, penginapan dan beberapa industri perdagangan yang mengharuskan mereka mengirim barang hingga keluar negeri. Sebaiknya tidak masuk pada industri tersebut untuk kali ini.

Berhemat

Berhemat adalah hal yang paling wajib dilakukan. Pangkas pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting. Sementara Anda harus menekan keinginan untuk jajan atau membeli pakaian, sepatu atau hal-hal lain yang tidak dibutuhkan.

Fokus saja pada kebutuhan pokok, seperti sembako, tagihan listrik serta pengeluaran rutin lainnya. Tentunya dengan berhemat, keuangan bisa lebih longgar. Lalu bila Anda saat ini sedang ngekost, maka ada baiknya untuk pulang terlebih dahulu ke rumah orangtua, supaya uang pesangon tidak habis hanya untuk membayar sewa.

Negosiasikan hutang

Apabila Anda mempunyai hutang, misal cicilan kendaraan atau rumah. Cobalah untuk mendatangi dealer atau bank tempat Anda mengambil hutang dan negoisasikan untuk mendapatkan keringanan. Misal sementara hanya membayar pokoknya saja atau mintalah tenggat waktu hingga Anda memperoleh pekerjaan atau penghasilan.

Related Posts