Home Bisnis dan Usaha Budidaya Burung Murai Batu: Peluang Usaha dan Hitungan Cuannya

Budidaya Burung Murai Batu: Peluang Usaha dan Hitungan Cuannya

by Lara Nifa

Budidaya burung murai batu jug dapat memberikan peluang usaha serta keuntungan untuk siapapun yang menginginkan budidaya burung yang satu ini. 

Banyak masyarakat yang menyukai hobi memelihara burung dan merawatnya guna mengikuti ajang kompetisi suara merdu burung. Seperti yang Anda ketahui, bahwa hampir semua bisnis akan diawali dengan kepemilikan pendanaan modal. 

Modal awal membudidayakan burung murai batu mencapai Rp 38 juta, memang modal yang besar untuk mengawali peluang bisnis budidaya yang satu ini. 

Cara Ternak Burung Murai Batu

1. Pemilihan Lokasi Kandang yang Bagus

Jangan salah sangka, memilih lokasi kandang yang bagus juga memengaruhi tingkat keberhasilan ternak burung murai batu. Lokasi kandang burung murai batu harus berada di lokasi yang memiliki suasana yang tenang, tentunya jauhkan dari suara bising dan gemuruh. 

Lokasi kandang harus dijauhkan juga dari kandang milik orang lain, agar burung murai baru bisa berkembangbiak dengan aman. Selain itu, keadaan kandang harus memiliki desain yang menyerupai alam liar. 

Dalam kandang burung murai batu harus terdapat ranting-ranting, tempat pakan, tempat minum, lampu sebagai penghangat, serta harus ada sarang burung murai batu di dalamnya. 

2. Perawatan Kandang Murai

Kondisi dalam kandang harus selau dalam keadaan bersih agar burung murai batu dapat lancar dan cepat bertelir atau berkembangbiak. Tentunya Anda harus memberihkan kotoran burung murainya setiap hari.

Kemudian, ranting-ranting atau tangkringan burung murai batu harus selalu bersih dan bersihkan tangkringannya setiap empat hari sekali. Jangan lupa untuk membersihkan wadah pakan serta wadah minuman, bahkan Anda juga wajib membersihkan sisa pakan yang biasanya jatuh dan berserakan di dalam kandang. 

Terakhir lakukan penyemprotan disinfektan guna mencegah virus dan bakteri jahat, agar burung murai batu tetap terhindar dari bahayanya bakteri. 

3. Pakan Murai Batu 

Pakan yang harus diberikan tentunya pakan yang bergizi dan enak untuk burung murai batu. Disarankan agar menggunakan pakan serangga kecil atau kroto. Namun, jika ingin yang lebih praktis, maka Anda tinggal membelinha saja dari toko pakan burung. 

4. Memandikan Burung Murai Batu

Anda tidak salah mendengarnya. Anda memang wajib harus memandikan burung murai baru, agar burung murai batu tetap terjaga kesehatannya serta agar terhindar dari kuman jahat yang biasanya kuman itu akan menyerang dari bulu. 

Proses memandikan burung murai batu dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu semprotkan saja air ke arah burung murai atau Anda tinggal menyediakan tempat mandi berbentuk wadah yang sudah diisikan air sebesar 17 x 10 x 6 cm yang biasanya direkomendasikan, karena burung akan mandi sendiri. 

5. Menjemur Murai Batu

Poin ini juga penting dalam proses budidaya burung murai baru, setelah selesai mandi maka burung murai baru harus dijemur di bawah sinar matahari. Namun, jika dalam proses ternak sebaiknya berikan sedikit celah agar burung masih tetap terkena sinar matahari dari dalam kandang. Lakukan langkah ini selama 1 jam-an. 

6. Proses Mengawinkan Burung Murai Batu

Tentunya, pertama-tama Anda harus sudah memiliki calon indukan yang berkualitas tinggi. Cara pengawinannya, masukkan 2 indukan betina dalam satu kandang/sangkar, dan biarkan mereka agar terbiasa dengan kondisi dalam sangkar. 

Selanjutnya, 1 ekor burung yang pejantan dimasukkan di dalam sangkar yang terpisah dengan sangkar yang berisi 2 ekor indukan betina, lalu taruh posisi sangkar keduanya dengan jarak yang berdekatan. 

Tunggu sampai indukan betina dan jantan seperti saling tertarik, maka setelahnya, tugas Anda memindahkan 1 ekor pejantan tersebut ke dalam sangkar yang tadi sudah berisi 2 ekor indukan betinanya. 

7. Merawat Anak Burung Murai Batu

Ketika telur anak burung murai batu sudah menetas, lebih baik biarkan induk burung murai saja yang merawat anaknya secara langsung selama 7 sampai 14 hari. 

Selanjutnya Anda sudah bisa memberikan pakan anak burung murai batu dengan voer, serta memberi pakan anak burung murai batu harus dalam waktu setiap 1 jam sekali. 

Jika usia anak burung murai batu sudah sekitar 15 hari maka Anda sudah bisa memberikan pakan kroto namun, ini hanyalah opsional saja, Anda bisa memberikan pakan anak murai batu berupa kroto jika anak burung murai sudah berusia 1 bulanan. 

Hitungan Cuan dari Budidaya Burung Murai Batu

Modal : 

Jika sangat awal maka modal yang akan Anda keluarkan dengan membeli sepasang indukan jantan akan merogoh kocek sebesar Rp 17 juta. Kemudian dengan membeli sepasang induk betina senilai Rp 3 juta. Modal untuk kandangnya sejumlah Rp 15 juta dan modal untuk inkubatornya berjumlah Rp 3 juta. Maka total modalnya adalah Rp 38 juta. 

Biaya operasional 4 bulan : 

Mulai dari pakan voer burung, penyusutan kandang, penyusutan inkubatornya, pakan jangkrik 3 karung, dan pakan kroto dengan berat 3 kg hingga semua total biaya perawatannya jika ditotal akan berjumlah Rp 1.750.000. 

Hasil dari penjualannya : 

Pertama sepasang indukan murai batu akan diberi harga Rp 10 juta. Kedua, apabila menjual 20 anak burung murai batu dengan harga per ekornya Rp 1 juta maka total penjualan 20 ekor anak burung murai batu seharga Rp 20 juta. Maka total hasil dari penjualannya yaitu Rp 30 juta. 

Nah, demikian beberapa cara budidaya serta hasil cuannya. Mungkin modalnya memang terbilang mahal, namun, keuntungan yang didapatkan dari budidaya burung murai ini sangat besar.

Related Posts