Home Bisnis dan Usaha Bisakah Petani Indonesia Sejahtera?

Bisakah Petani Indonesia Sejahtera?

by Lara Nifa

Pertanian adalah bidang yang paling dianggap esensial khususnya di Indonesia. Tanpa adanya produk pertanian memang terasa mustahil bagi masyarakat bisa mematuhi kebutuhan hidup sehari-hari khususnya untuk makan.

Bila kita berbicara mengenai ketersediaan bahan makanan yang asalnya dari produk pertanian sudah pasti menjadi juaranya karena semua orang sudah mengetahui apabila Indonesia merupakan negara agraris di mana separuh dari penduduk di negara ini memang berprofesi sebagai petani.

Karena itu akan sangat mengherankan apabila hasil pertanian yang ada di negeri ini dikatakan tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Kemudian keberhasilan pada bidang pertanian dalam program memenuhi kebutuhan sandang pangan masyarakat bisa dilihat ketika pandemi terjadi. Di masa pandemi sektor inilah yang mampu memberikan pencapaian luar biasa, yakni berhasil mencapai di titik ketahanan pangan.

Apakah petani di Indonesia sudah sejahtera?

Hal tersebut terbukti dari informasi yang diberikan oleh Kementan pada tahun 2020 hingga 2021 yang mana telah diprediksikan mengalami surplus. Kementan juga menegaskan jika sampai di akhir Juni 2021 negara ini tidak lagi harus mengimpor beras sebab terdapat surplus sebanyak 10,29 juta ton.

Bila melihat keberhasilan produksi bisa di saat pandemi tentunya menjadi sebuah tanda tanya sendiri di kalangan masyarakat yaitu apakah di tengah pertumbuhan produksi dari sektor pertanian telah sejalan dengan kesejahteraan bagi para petani di Indonesia?

Guna menjawab pertanyaan masyarakat tersebut Anda dapat melihat angka indikator kesejahteraan dari petani yang disediakan dan biasanya disebut dengan NTP. Jika melihat data yang diberikan oleh BPS mengenai NTP di bulan September 2021 memang mengalami kenaikan sebanyak 105,68%.

Hal ini jauh lebih besar dibandingkan bulan Januari karena peningkatannya mencapai 0, 96%. Dengan demikian bisa dilihat bahwa dari Januari sampai dengan September NTP mengalami kenaikan walaupun memang sempat menurun tetapi tidak signifikan.

Tidak hanya itu presiden Jokowi juga menyatakan apabila tingkat kesejahteraan para petani di Indonesia semakin membaik. Beliau mengatakannya sesuai dengan apa yang didapat melalui Data NTP karena angkanya yang semakin membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Keadaan sebenarnya yang masih banyak ditemukan

Tetapi pada yang nyatanya NTP yang terlihat meningkat tersebut tampaknya memiliki beberapa catatan yang terselip. Dimana catatan-catatan tersebut merupakan hal-hal yang terlewat karena pada kenyataannya masih banyak petani di desa-desa yang hanya dapat memakai atau menggunakan penghasilannya dari produk pertanian sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.

Bahkan di beberapa daerah lain ketika di musim tertentu banyak petani yang terpaksa menghemat pengeluarannya supaya dapat bertahan hidup. Tidak jarang juga kita masih bisa menemukan petani kecil di pelosok mengeluhkan tentang harga pupuk yang semakin tinggi di tengah angka produksi yang meningkat secara nasional.

Karena itulah kenyataannya sampai dengan saat ini tidak banyak bisa ditemukan petani dengan kehidupan yang sejahtera dari hasil pertaniannya. Walau mungkin ada beberapa orang di mana mereka mampu meningkatkan status perekonomiannya dari hasil bertani.

Tetapi sebenarnya lebih banyak petani yang hanya dapat menikmati hasil dari produk bertaninya tersebut untuk kebutuhan sehari-harinya saja. Karena itu walau nilai dari NTP naik para petani masih mengharapkan pemerintah sebagai pemilik atau pembuat kebijakan untuk fokus meningkatkan kesejahteraan petani supaya menjadi lebih baik.

Nantinya diharapkan profesi petani ini dapat menjadi salah satu profesi yang mampu menghasilkan penghasilan lebih besar sehingga para petani yang tadinya cuma memanfaatkan penghasilan tersebut guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat lebih merasakan serta menikmati hasil pertaniannya.

Di saat nantinya para petani dapat memanfaatkan hasil dari semua produk pertaniannya guna meningkatkan status perekonomiannya ini berarti penghasilan atau pendapatan para petani tidak hanya sekedar untuk bertahan hidup tetapi dapat digunakan juga untuk kembali membeli kebutuhan lain di luar dari kebutuhan pokok.

Beberapa hal berikut mungkin dapat dilakukan oleh para pemangku kebijakan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan serta status ekonomi dari para petani supaya bisa menjadi lebih baik:

  1. Diharapkan para pemangku kebijakan dapat selalu menjaga harga dari pupuk supaya tetap lebih mudah dijangkau oleh para petani kecil yang berada di pedesaan. Karena jika harga dari pupuk terlalu mahal mereka tidak akan mampu untuk membeli dan tentunya ini akan berdampak pada sektor pertanian di Indonesia.
  2. Diharapkan pula bagi para pemangku kebijakan agar dapat selalu membantu para petani misalnya ketika mereka membutuhkan mesin atau peralatan pertanian guna menunjang kegiatannya di ladang atau di sawah khususnya bagi petani kecil yang ada di pedesaan.
  3. Selanjutnya hal yang penting yaitu diharapkan para pemangku ke rujukan bisa menjaga keseimbangan terkait biaya yang berhubungan dengan produksi serta harga jual dari produk-produk pertanian tersebut.

Semua poin di atas merupakan hal penting yang harus dilakukan sebisa mungkin agar biaya dari produksi pertanian menjadi lebih kecil bila dibandingkan harga jualnya, maksudnya harga jual dari produk harus lebih tinggi dari biaya produksi dengan begitu para petani akan lebih diuntungkan dan membuat kehidupan perekonomian mereka semakin membaik.

Related Posts