Home Belanja Biar Gak Bokek, Ini Cara Tepat Berbelanja Menggunakan Kartu Debit 

Biar Gak Bokek, Ini Cara Tepat Berbelanja Menggunakan Kartu Debit 

by Lara Nifa

 

Gaya hidup saat ini salah satunya berkaitan dalam hal pembayaran. Dulu masyarakat harus menyiapkan uang tunai yang dibawa ke tempat tujuan, seperti pasar, warung, supermarket, pusat perbelanjaan, dan istilah lainnya. 

Saat ini transaksi belanja lebih murah dengan sistem teknologi nontunai. Masyarakat akrab dengan istilah ini bersamaan perkembangan perbankan. Masyarakat yang memiliki tabungan di salah satu bank, umumnya akan mendapatkan kartu debit sebagai kartu untuk melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) atau di tempat belanja yang menyediakan pembayaran nontunai. 

Cara ini lebih praktis. Tetapi patut juga dipertimbangkan, fasilitas ini bisa saja membuat kamu jadi boros. Atau tidak sadar uang di ATM sudah semakin menipis. Kemudahan ini harus diantisipasi biar saldo di kartu debit kamu masih ada tersimpan. Sangat menyedihkan jika keadaan saldo kamu bokek, tapi belum ada pemasukan. 

Biar keadaan seperti itu tidak menimpamu, ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan ketika berbelanja menggunakan kartu debit biar kehidupan tidak bikin meringis. 

Membatasi Limit Belanja

Aktivitas belanja harus punya rem. Maksudnya ketika berbelanja kamu harus punya batas berapa uang yang kamu siapkan untuk berbelanja. Hal ini berkaitan dengan pola gaya hidup yang kamu terapkan. Jika sudah terbiasa untuk hemat, hal ini tidak sulit. 

Bisa juga kamu berpatokan pada pembagian 30% dari pendapatan yang ada untuk digunakan sebagai hiburan. Anggap saja dalam persentase itu kamu juga menonton bioskop, menonton festival, atau belanja di mall. Dengan membatasi limit belanja, akan lebih mampu mengatur saldo di ATM kamu. 

Dengan dibatasinya limit belanja, kamu lebih bisa menentukan mana yang sebaiknya dibeli terlebih dahulu mana yang bisa dibeli saat bulan depan. 

Kartu Debit Lebih dari Satu

Antisipasi berikutnya adalah memiliki kartu debit lebih dari satu. Untuk mendapatkannya harus dibarengi dengan membuka rekening di bank lain agar mendapat fasilitas kartu debit ini. Tidak hanya itu saldo di dalamnya juga harus diisi.

Fungsi kedua kartu debit itu bisa kamu bedakan. Kartu debit yang pertama dapat kamu gunakan untuk membelanjakan kebutuhan pokok. Pembayaran ini berkaitan dengan tagihan air dan listrik, tagihan wifi, kebutuhan dapur, dan lainnya. 

Kartu yang kedua baru bisa kamu gunakan untuk berbelanja. Dengan begini uang yang digunakan untuk belanja dan kebutuhan pokok tidak tercampur. Tapi tetap perilaku hemat harus dipertahankan. Jangan mentang-mentang kamu memiliki kartu debit khusus untuk belanja, dengan leluasa menghabiskannya. 

Menyusun Daftar Belanja

Salah satu yang menyebabkan keuangan kita cepat menipis adalah kalap ketika melihat barang-barang yang menarik. Padahal sebenarnya, jika dipikirkan, barang tersebut belum dibutuhkan. 

Daftar belanja yang sudah disiapkan akan menjadi pedoman kamu saat berbelanja. Kita jelaskan lebih dulu, daftar belanja ini sudah diluar dari belanja kebutuhan pokok. Daftar belanja ini sebaiknya lebih awal disiapkan sebagai wishlist

Meskipun sifatnya keinginan, hasrat belanja harus dibatasi untuk membeli barang-barang yang sudah direncanakan sejak awal. Kalau kamu sulit menahannya, bawa suami atau teman yang mampu menahan keinginan itu.  

Sebaiknya pula tidak tergiur dengan barang yang lain jika barang di daftar belanja sudah dibeli. Uang yang ada dapat kamu sisihkan untuk kebutuhan lainnya. Cara ini akan mengamankan saldo di rekeningmu. 

Rutin Cek Saldo

Sebelum berbelanja atau pada waktu yang sudah kamu tentukan, cek saldo di rekeningmu. Kamu bisa menggunakan aplikasi e-banking yang dikelola oleh pihak bank untuk mengecek berapa jumlah saldo.

Kalau belum punya rutinitas untuk mengecek saldo, kamu bisa melihatnya ketika sebelum pergi berbelanja. Dari saldo yang ada, bisa kamu tentukan berapa maksimal uang yang dapat digunakan untuk belanja. Hal ini sebenarnya dapat mengontrolmu dari belanja impulsif. 

Memang terdengar remeh dan tidak terlalu penting, tapi ini sebagai langkah untuk menjaga diri kamu sebagai pengguna uang agar tidak sembarangan menggunakannya. 

 

Menyesuaikan Kemampuan

Berbelanja memang sesuatu yang menyenangkan. Apalagi kemudahan pembayaran dengan kartu debit banyak diminati orang. Tapi pertimbangan mengenai berapa batas kemampuan kita dalam belanja, itu yang harus dipikirkan. Ketika kita menentukan limit belanja yang jumlahnya kurang lebih sama dengan kebutuhan, tentu tidak akan baik bagi finansial kamu setelahnya. 

Setiap orang memiliki pendapatannya masing-masing. Dari situ kamu bisa menaksir berapa kemampuan untuk berbelanja. Sadar akan kemampuan berarti memahami sejauh mana kamu bisa membeli barang. 

Pilih Merchant yang dipercaya

Pembayaran dengan kartu debit dapat dilakukan di beberapa merchant tertentu. Tentukan merchant yang memang sudah kamu percaya. Sebagai langganan, pemilik kartu debit juga memungkin mendapatkan tawaran menarik. 

 

Atur pola belanjamu dengan cara-cara di atas biar keuanganmu secara tidak sadar habis. Pastikan juga untuk terus memperoleh pendapatan agar uangnya bisa disisihkan untuk belanja sesuai limit yang ditentukan. 

 

Related Posts