Home Investasi Begini Langkah-Langkah Berinvestasi Di Pasar Modal Untuk Investor Pemula

Begini Langkah-Langkah Berinvestasi Di Pasar Modal Untuk Investor Pemula

by Lara Nifa
cara investasi di pasar modal

Investasi merupakan salah satu cara terbaik dan tercepat dalam mencapai tujuan keuangan di masa depan. Jenisnya cukup banyak, mulai dari emas, properti, deposito, hingga pasar modal yang semakin menarik minat masyarakat. Namun cukup disayangkan, saat ini masih banyak diantara kita yang takut memulai investasi pasar modal karena belum punya banyak uang. Bahkan tak sedikit orang yang menganggap kalau investasi tersebut khusus untuk orang-orang berduit saja.

Anggapan ini bisa dibilang salah sepenuhnya karena ada banyak instrumen pasar modal yang cukup terjangkau. Di pasar modal Indonesia kita dapat melakukan perdagangan saham, reksadana, surat utang atau obligasi, serta bentuk lain seperti produk turunan (derivatif) dan waran dari efek. Anda masih pemula dan belum berpengalaman dalam investasi pasar modal? Silahkan ikuti panuan berikut ini.

Cara Memulai Investasi Pasar Modal

Sebelum terjun ke dunia pasar modal, ada baiknya setiap investor mau mempelajari dan memahami seluk beluk dari instrumen investasi tersebut. Menurut pengertiannya, pasar modal merupakan wadah atau tempat bertemunya antara pihak yang mempunyai modal dan pihak yang memerlukan modal. Perannya hampir serupa dengan pasar pada umumnya, yang berbeda hanyalah metode dan aktivitas usaha yang dilakukan.

Di pasar modal, akan transaksi jual beli efek yang dilakukan melalui perantara pedagang efek, yakni perusahaan sekuritas. Khusus di Indonesia, pasar modal terbagi menjadi tiga bagian dengan fungsinya masing-masing. Di antaranya adalah Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Hingga saat ini tercatat ada sekitar 700 saham perusahaan yang diperdagangkan di pasar modal. Perusahaan yang melantai di bursa Indonesia bisa memperoleh modal dengan menerbitkan obligasi atau menjual sahamnya. Baik investor asing maupun lokal bisa langsung membelinya atau melalui fund manager (manajer investasi).

  1.     Membuka Rekening efek

Langkah pertama memulai investasi di pasar modal adalah menyiapkan sejumlah uang yang akan disetorkan ke rekening efek perusahaan sekuritas. Pada tahap pembukaan rekening, para investor perlu menyiapkan sejumlah dokumen seperti buku tabungan, kartu identitas, dan nomor pokok wajib pajak. Selanjutnya, investor yang telah terdaftar di rekening efek secara otomatis juga dibukakan RDI (rekening dana investor) dan KSEI. Investasi ini baru bisa dimulai setelah semuanya siap.

  1.     Memilih Aset dalam Pasar Modal

Produk investasi di pasar modal Indonesia terbagi menjadi reksadana, obligasi, saham dan derivatif. Mari kita bahas dari reksadana. Sesuai undang-undang pasar modal, reksadana didefinisikan sebagai suatu tempat atau wadah yang dipakai untuk menghimpun dana dari setiap pemodal yang kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek. Pihak MI dipastikan telah mengantongi izin usaha dari OJK.

Ada beberapa kelebihan reksadana yang harus diketahui pemula. Pertama mudah dan murah, sehingga cocok untuk orang awam. Yang kedua karena diurus oleh manajer investasi, dimana pihak ini akan mengurus atau menghitung segala peluang dan risiko atas investasi yang dilakukan investor. Saat ini reksadana terbagi menjadi empat kategori, yakni pasar uang, campuran, saham, dan pendapatan tetap.

Selanjutnya alah obligasi atau surat utang jangka menengah dan panjang yang bisa diperjual belikan. Jenis investasi ini memberikan pendapatan tetap, dimana pihak penerima modal wajib membayar pemegang obligasi sesuai jumlah yang dijanjikan dalam kurun waktu jatuh tempo.  Obligasi diterbitkan dan dijual dengan tujuan memperoleh fresh money dari investor.

Untuk saham, ini merupakan instrumen pasar modal yang banyak diminati investor karena menawarkan keuntungan menarik. Dengan membeli saham suatu perusahaan atau badan usaha, secara tidak langsung investor memiliki hak atas kegiatan usaha mereka. Keuntungan investasi ini berasal dari dividen dan capital gain. Saham bisa disimpan dalam waktu lama, bisa dijual perbelikan kapanpun dibutuhkan. Untuk jenisnya sendiri dibedakan menjadi common stock dan preferred stock.

Terakhir ada derivatif, merupakan surat berharga turunan yang terdiri dari opsi, right, dan waran. Masing-masing memiliki fungsi berbeda. Untuk opsi berisi surat pernyataan yang dikeluarkan oleh lembaga atau perorangan yang memberikan hak untuk menjual atau membeli saham kepada pemegangnya sesuai harga yang sudah disepakati.

Kemudian untuk right, dikeluarkan oleh emiten berupa hak pemegang saham baru setelah menawar kepada pemilik saham lama. Harga saham ini memang lebih murah, dan bisa diperjual belikan kepada pihak lain apabila badan atau orang yang memegangnya tidak memakai hak tersebut. Terakhir adalah waran, surat berharga yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli saham.

Surat ini diberikan kepada investor sebagai bukti hak atas kepemilikan sesuai ketentuan dan syarat yang berlaku. Keuntungan dari investasi ini adalah kesempatan memperoleh saham di bawah harga pasaran, sehingga nilai capital gainnya menjadi lebih besar.

  1.     Melakukan Investasi Langsung dan Tidak Langsung

Ada dua cara investasi di pasar modal. Yakni investasi langsung dimana para investor menanam modal melalui rekening efek perusahaan sekuritas, dan investasi tidak langsung melalui manajer investasi. Investasi ini sebenarnya cukup mudah dilakukan, Anda bisa membeli saham di pasar perdana, pasar sekunder, maupun reksadana.

Itulah langkah-langkah berinvestasi di pasar modal yang perlu diketahui pemula. Kalau masih awam dan dana yang dimiliki pun terbatas, disarankan untuk memilih reksadana saja. Selamat belajar.

 

Related Posts