Home Pinjaman Begini Cara Mudah Menghitung Cicilan KPR

Begini Cara Mudah Menghitung Cicilan KPR

by Lara Nifa

KPR merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, suatu fasilitas kredit yang diberikan kepada nasabah perorangan untuk membeli atau memperbaiki rumah. Lembaga yang memberikan bantuan biaya adalah bank. Untuk skema kredit mengikuti kebijakan masing-masing dengan suku bunga tidak lebih dari ketentuan Bank Indonesia.

Sebenarnya KPR merupakan produk kredit rumah yang pertama kali dikembangkan oleh Bank BTN mulai dari tahun 1976. Namun kini beberapa bank di Indonesia telah menjadi penyalur KPR, mulai dari bank swasta nasional, bank BUMN, hingga bank asing. Dirangkum dari laman resmi OJK, ada dua jenis KPR yang saat ini ditawarkan kepada masyarakat Indonesia, yaitu KPR subsidi dan nonsubsidi.

KPR subsidi merupakan program pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang ingin memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Namun sayang tidak semua orang bisa mengajukannya, karena ada beberapa syarat khusus yang harus dipenuhi pemohon. Kemudian untuk KPR non subsidi diperuntukan bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan syarat dan ketentuan yang diatur pihak bank. Mulai dari besar kredit hingga suku bunga berlaku sesuai kebijakan bank tempat kita mengajukan KPR.

Beberapa Kelebihan Produk KPR

Banyak orang yang mengajukan KPR sebetulnya belum tahu beberapa kelebihan dari produk kredit ini. Yang namanya kredit itu tentu ada bunga yang harus dibayar, tapi sepertinya hal tersebut bukanlah masalah besar asal dihitung dengan cermat. Anda mungkin mengira produk ini hanya sebatas bantuan pinjaman untuk membeli rumah, namun kalau dilihat lebih lanjut maka tampak bahwa bunga yang dibebankan ke nasabah cukup besar.

Kira-kira apa saja kelebihan yang menjadi keuntungan mengikuti program KPR?

  •       Tidak perlu menyiapkan banyak uang. Hal ini sangat membantu masyarakat yang penghasilannya masih pas-pasan tapi ingin memiliki rumah secepatnya.
  •       Dapat menyiasati jumlah cicilan. Anda bisa membayar cicilan KPR dengan jumlah sangat minim kalau membayar DP lebih besar dari syarat. Atau juga bisa dengan memilih tenor panjang supaya meringankan cicilan bulanan.
  •       Legalitas rumah terjamin karena semua berkas dijamin oleh pihak bank melalui BPN.
  •       Berada di bawah perlindungan asuransi yang sudah include dalam cicilan KPR per bulan.

Setelah mengetahui apa itu KPR dan kelebihannya, maka hal selanjutnya yang perlu dibahas adalah cara menghitung cicilan KPR.

Cara Menghitung Cicilan KPR dari Gaji Saat Ini

Besar cicilan KPR bergantung pada beberapa komponen seperti uang muka, harga rumah, penghasilan nasabah, jangka waktu pembayaran, serta suku bunga yang ditetapkan. Pertama silahkan hitung batas aman cicilan KPR dari gaji. Kalau kata perencana keuangan, idealnya hutang itu tidak boleh lebih dari 30% total penghasilan bulanan.

Misalnya saat ini gaji per bulan Anda mencapai 7 juta rupiah, maka jumlah maksimal utang yang paling aman adalah 2,1 juta rupiah. Namun kalau dipakai membayar KPR, maksimal utang bisa dinaikkan ke 2,8 juta rupiah, jangan lebih dari nominal tersebut. Bisa-bisa nanti mengacaukan keuangan bulanan Anda, dan ini bisa menyebabkan kredit macet atau gagal bayar di tengah jalan.

Nah, bagaimana kalau Anda punya utang lain? Misalnya utang pinjaman modal usaha, cicilan kartu kredit atau kendaraan. Kalau ada maka rasio 30% tadi harus dibagi. KPR harus mendapatkan porsi paling besar, paling tidak 20% dan sisa 10% bisa digunakan untuk membayar utang lain. Sebagai contoh, Anda punya gaji 7 juta rupiah dan punya banyak cicilan. Silahkan sisihkan 1,4 juta untuk KPR dan 700 ribu untuk membayar cicilan lainnya.

Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya Anda memang tidak menambah utang lain agar beban keuangan lebih ringan. Anda pun dapat lebih fokus menggunakan gaji untuk membayar cicilan KPR sampai jangka waktu habis. Berikut ini hitungan kasar jumlah uang yang harus dibayar setiap bulan tanpa tambahan bunga bank:

  •       Gaji 7 juta rupiah
  •       Harga rumah 160 juta
  •       DP minimal 1% berarti 1,68 juta rupiah
  •       Alokasi cicilan 20% dari penghasilan maka per bulan 1,4 juta rupiah dengan asumsi Anda punya cicilan utang lainnya.
  •       Hitung lama lunas = 168 juta rupiah – 1,68 juta rupiah = 167 juta rupiah / 1,4 juta rupiah = 118,8 bulan atau sekitar 10 tahun.
  •       Kalau alokasi cicilan KPR dinaikkan jadi 30% maka per bulan Anda bisa menyisihkan gaji sekitar 2,1 juta. Berarti lama lunas = 167 juta rupiah / 2,1 juta rupiah = 80 bulan atau sekitar 6 setengah tahun

Contoh hitungan cicilan KPR dengan suku bunga tetap 5% per tahun dan jangka waktu pelunasan 10 tahun, maka angsuran yang harus dibayar setiap bulan ada sekitar 1,8 juta rupiah. Tapi kalau jangka waktu pelunasan hanya 7 tahun saja, maka nasabah KPR harus membayar angsuran 2,4 juta setiap bulannya. Kedua jumlah tadi masih cukup aman dan tidak melewati batas hutang ideal.

Silahkan pelajari cara menghitung cicilan KPR di atas atau kalau ingin lebih mudah bisa pakai simulasi KPR di situs-situs internet. Mudah kok ditemukan, Anda hanya perlu memasukan kata kunci terkait. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat.

Related Posts