Home Administrasi Bagaimana Cara Mendapatkan Akta Jual Beli (AJB) Tanah atau Rumah?

Bagaimana Cara Mendapatkan Akta Jual Beli (AJB) Tanah atau Rumah?

by Lara Nifa
Bagaimana Cara Mendapatkan Akta Jual Beli (AJB) Tanah atau Rumah?

Bukan rahasia lagi, tanah dan rumah merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh manusia. Tidak heran, jika banyak orang menabung demi untuk membeli tanah atau rumah. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membeli tanah atau rumah.

Salah satu yang harus diperhatikan ketika membeli tanah atau rumah adalah legalitas, seperti: Akta Jual Beli (AJB). Perlu diketahui, AJB ini merupakan dokumen penting sebagai bukti terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli dalam hal jual beli properti. 

Adapun cara mendapatkan Akta Jual Beli (AJB) tanah atau rumah ini tidaklah mudah. Itu karena Anda harus memenuhi beberapat syarat untuk membuat akta jual beli tanah atau rumah. Nah, bagaimana cara mendapatkan AJB tanah atau rumah? Simak penjelasan berikut.

Syarat yang Harus Disiapkan untuk Mendapatkan Akta Jual Beli (AJB) Tanah atau Rumah

Tentu saja, sebelum mendapatkan akta jual beli tanah atau rumah, Anda haru memenuhi syarat yang berlaku. Artinya, Anda harus menyiapkan beberapa dokumen penting sebelum mendapatkan AJB.

Adapun beberapa dokumen yang harus disiapkan untuk melengkapi akta jual beli tanah atau rumah adalah sebagai berikut.

  • Dokumen AJB yang Harus Disiapkan Penjual

Bagi penjual, dokumen yang harus disiapkan untuk melengkapi akta jual beli tanah dan rumah adalah sebagai berikut.

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  2. Bagi Anda yang sudah menikah, siapkan fotokopi surat nikah.
  3. Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  4. Sertifikat tanah atau rumah yang diperjualbelikan.
  5. Bukti PBB tahun terakhir.
  6. Fotokopi NPWP jika ada.
  • Dokumen AJB yang Harus Disiapkan Pembeli

Bagi pembeli tanah atau rumah, dokumen yang harus disiapkan untuk melengkapi akta jual beli antara lain: fotokopi KTP, KK, NPWP jika ada dan surat nikah bagi pembeli yang sudah menikah. Dokumen tersebut harus disiapkan secara lengkap.

Cara Mendapatkan Akta Jual Beli (AJB) Tanah atau Rumah yang Perlu Anda Ketahui

Setelah dokumen akta jual beli sudah lengkap, untuk mendapatkan AJB, Anda harus datang ke kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris. Perlu diketahui, PPAT ini merupakan pejabat yang diangkat oleh Badan Pertanahan Nasional.

Pada umumnya, PPAT ini memiliki wilayah kewenangan. Artinya, PPAT yang berdomisili di wilayah A hanya berwenang melayani AJB di wilayah A saja. Jadi, PPAT di wilayah A tidak berwenang melayani AJB di wilayah B. Begitu juga sebaliknya.

Perlu diketahui, proses pengurusan AJB ini umumnya memakan waktu kurang lebih 30 hari kerja. Nah, bagaimana cara mendapatkan akta jual beli setelah kita datang ke kantor PPAT? Simak cara mendapatkan AJB berikut ini.

PPAT Melakukan Pemeriksaan Keaslian Sertifikat Tanah atau Rumah dengan Saksama

Tentunya, akta jual beli harus dibuktikan dengan keaslian sertifikat tanah dan rumah. Oleh karena itu, pihak PPAT akan melakukan pemeriksaan keaslian sertifikat tanah dan rumah. Umumnya, pihak PPAT akan meminta kelengkapan dokumen seperti:

  • Fotokopi sertifikat tanah atau rumah beserta sertifikat aslinya.
  • Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
  • Identitas lengkap penjual dan pembeli yang tercantum dalam transaksi jual beli tanah atau rumah.

Selanjutnya, PPAT akan memeriksa kesesuaian data dan legalitas sertifikat tanah atau rumah dengan catatan buku tanah di Badan Pertanahan. Tujuan pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui tanah atau rumah tersebut bebas dari masalah sengketa hukum. 

Selain itu, pihak PPAT juga memeriksa Surat Tanda Terima Setoran (STTS) Pajak Bumi dan Bangunan. Pemeriksaan STTS ini bertujuan untuk mengetahui tanah tersebut dalam kondisi menunggak pajak atau tidak

Proses Penandatanganan AJB Tanah atau Rumah

Perlu diketahui, sebelum proses penandatangan AJB, bagi penjual tanah yang sudah menikah akan diminta persetujuan antara suami atau istri. Persetujuan tersebut untuk menghindari adanya sengketa harta suami istri.

Jika semua dokumen sudah lengkah dan tidak ada masalah sengketa hukum, proses selanjutnya adalah penandatangan AJB. Pada proses penandatangan AJB ini minimal harus dihadiri 2 orang saksi yang berasal dari PPAT atau 2 pegawai dari jasa notaris. 

Setelah AJB ditandatangani, pembeli bisa mendapatkan akta jual beli. Namun, supaya sertifikat tanah sepenuhnya atas nama pembeli, pembeli harus melakukan proses balik nama. 

Proses Balik Nama yang Dilakukan Pembeli

Langkah terakhir untuk mendapatkan sertifikat tanah atas nama pembeli adalah melakukan proses balik nama. Umumnya, proses balik nama ini membutuhkan waktu kurang lebih 14 hari kerja. Adapun dokumen yang harus disiapkan adalah sebagai berikut.

  • Akta Jual Beli (AJB) tanah yang sudah ditandatangani.
  • Surat Permohonan Balik Nama oleh Pembeli kepada petugas PPAT.
  • Sertifikat Tanah.
  • Fotokopi KTP pembeli dan penjual.
  • Bukti tanda pelunanasan pajak bumi dan bangunan dan BPTHB.

Dokumen tersebut diajukan ke kantor pertanahan. Setelah pengajuan tersebut, pembeli akan mendapatkan tanda terima pengajuan balik nama dari kantor pertanahan. Perlu diketahui, pada proses balik nama ini, nama penjual akan dicoret dan diganti dengan nama pembeli pada sertifikat tanah.

Itulah cara mendapatkan akta jual beli (AJB) tanah atau rumah. Selain dokumen penting yang harus disiapkan, Anda juga harus menyiapkan biaya untuk membuat AJB, seperti: pajak penghasilan dan pembayaran jasa PPAT. 

Untuk perhitungan biaya ini, setiap PPAT menentukan tarif perhitungan biaya yang berbeda-beda di setiap wilayah. Pastikan, sebelum mendapatkan akta jual beli (AJB), Anda mempersiapkan dokumen dan anggaran biaya secara bijaksana. Semoga informasi ini bermanfaat.

Related Posts