Home Featured Asuransi Kesehatan atau Asuransi Jiwa? Mana yang Paling Penting

Asuransi Kesehatan atau Asuransi Jiwa? Mana yang Paling Penting

by Lara Nifa

Asuransi merupakan salah satu bentuk investasi yang penting untuk dimiliki. Pasalnya, berbagai risiko yang terjadi dalam hidup memang terkadang tidak bisa diprediksi dan dihindari. Sesulit apapun kondisinya harus tetap kamu hadapi sehingga akan jauh lebih baik jika dipersiapkan dengan asuransi. 

Ada kejadian-kejadian yang bisa terjadi di masa depan, mulai dari mendadak jatuh sakit, mengalami musibah seperti kecelakaan hingga kematian. Semua itu seringkali akan berpengaruh pada pengeluaran finansial yang nilainya pun tidaklah sedikit. Melalui asuransi, maka segala risiko tersebut bisa ditanggung oleh pihak asuransi. Sehingga kamu tidak perlu pusing lagi dengan biaya-biaya yang dibebankan ketika sedang mengalami kejadian tak terduga.

Terdapat dua jenis asuransi yang paling direkomendasikan untuk kamu miliki yakni asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Keduanya merupakan produk asuransi yang berbeda. Lantas, mana yang paling penting antara asuransi kesehatan dengan asuransi jiwa?

Perbedaan Di Antara Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa

Setidaknya ada dua perbedaan yang cukup signifikan antara keduanya, yakni :

Perbedaan dari Segi Manfaat dan Tujuan

Asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang akan memberikan proteksi pada para pemegang polis yang sedang terganggu kesehatannya. Sehingga, beberapa produk asuransi kesehatan bisa digunakan untuk menjamin biaya rawat inap, rawat jalan, obat-obatan, konsultasi dokter, hingga biaya operasi yang nominalnya sangat besar.

Sementara, asuransi jiwa adalah bentuk proteksi yang diberikan atas kerugian finansial yang diakibatkan karena pemegang polis meninggal dunia atau mengalami cacat fisik. Perlindungan tersebut akan diberikan kepada ahli waris yang sebelumnya telah dipilih oleh pemegang polis. Besar pertanggungan yang dialihkan kepada ahli waris sesuai dengan tarif premi yang dibayar per bulannya. 

Perbedaan dari Cara Klaim

Dari cara klaimnya, antara asuransi kesehatan dengan asuransi jiwa juga terdapat perbedaan. Asuransi jiwa bisa dirasakan manfaatnya ketika pemegang polis mengalami suatu kondisi yang mengakibatkan dirinya tak mampu lagi mencari nafkah. Di saat itulah ahli waris berhak klaim asuransi yang dimiliki pemegang polis untuk mendapatkan pertanggungan dari pihak asuransi. Berikut tahapan untuk mengajukan klaim asuransi jiwa :

  • Mengisi formulir klaim dan melampirkan dokumen penting seperti akta kematian, surat keterangan dokter, dan lain-lain.
  • Serahkan semua dokumen ke pihak asuransi.
  • Pihak asuransi akan melakukan verifikasi data dan menganalisanya.
  • Pihak asuransi akan mengirimkan surat pemberitahuan jika klai ditolak.
  • Pihak asuransi akan membayar pertanggungan jika klaim disetujui

Sementara, untuk asuransi kesehatan hanya bisa diklaim ketika pemegang polis butuh biaya perawatan kesehatan. Terdapat dua pilihan cara klaim asuransi kesehatan yakni dengan sistem cashless dan reimbursement. 

Sistem Cashless

Melalui sistem cashless, para pemegang polis bisa langsung merasakan manfaat asuransi kesehatan hanya dengan menggunakan kartu peserta. Sistem kerjanya sama seperti kartu debit maupun kartu kredit. Seluruh biaya perawatan yang ditanggung pihak asuransi bisa dibayarkan menggunakan kartu peserta tersebut.

Namun, jika total biaya yang ditagihkan melebihi batas plafon, maka kekurangannya bisa dibayarkan secara tunai (cash) ke rumah sakit.

Sistem Reimbursement

Singkatnya, sistem reimbursement merupakan penggantian biaya yang diberikan pihak asuransi kepada pemegang polis. Jadi, pemegang polis harus membayar terlebih dahulu seluruh tagihan yang diberikan rumah sakit. 

Kemudian, pemegang polis bisa mengajukan klaim ke pihak asuransi maksimal 30 hari setelah perawatan berakhir. Jika memenuhi syarat, maka pihak asuransi akan memproses dan mengganti biaya yang telah dikeluarkan pemegang polis. 

Mana yang Paling Penting, Asuransi Kesehatan atau Asuransi Jiwa?

Jika membahas mana yang lebih penting di antara asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, maka keduanya sama-sama penting. Dua produk tersebut tentu sangat bermanfaat untuk mengatasi situasi tak terduga di masa depan. Namun, kembali lagi pada kebutuhan masing-masing individu. 

Nah, asuransi kesehatan biasanya lebih didahulukan oleh berbagai kalangan, mulai dari usia muda, yang masih single, hingga sudah berkeluarga. Karena memang lebih ideal dimiliki sejak masih berusia muda dan sehat. Mengingat kini biaya rumah sakit semakin tinggi dan kemungkinan akan terus meningkat. Proteksi kesehatan juga lebih diutamakan bagi orang-orang yang memiliki riwayat penyakit.

Sementara, bagi para pencari nafkah, asuransi jiwa menjadi hal yang penting juga untuk dimiliki. Karena jika terjadi risiko cacat fisik akibat kecelakaan atau meninggal dunia, maka keluarga yang merasakan dampaknya bisa terlindungi dengan asuransi jiwa. Sehingga keluarga tetap bisa melanjutkan hidup meskipun tulang punggung keluarga yakni pemegang polis sudah tidak mampu menafkahi. 

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa kedua produk asuransi tersebut sangat penting untuk melindungi diri sendiri maupun keluarga. Jika kamu memiliki dana yang cukup, keduanya bisa dibeli secara bersamaan. Dan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar di masa depan nanti, lebih baik belilah produk asuransi mulai dari sekarang.

Related Posts