Home Pinjaman Apa yang Harus Dilakukan Ketika Ingin Mengajukan Pinjaman Produktif

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Ingin Mengajukan Pinjaman Produktif

by Lara Nifa
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Ingin Mengajukan Pinjaman Produktif

Hutang seringkali dianggap sebagai hal yang membawa dampak buruk pada kehidupan. Merugikan, menjerat seseorang hingga menjadikan orang tersebut terlihat boros. Belum lagi saat ini banyak sistem pinjaman yang terkenal mudah dalam pengajuan dan pencairannya, hanya dengan mengunduh aplikasi, Anda bisa mendapatkan sejumlah uang.

Padahal hutang sebenarnya tidaklah selalu membawa dampak negatif pada kehidupan, apabila memang digunakan sesuai kebutuhan. Hutang justru dapat menjadi modal usaha dan menghasilkan suatu hal yang lebih besar serta produktif.

Misalnya, digunakan untuk modal usaha atau menggunakannya membeli laptop dengan tujuan untuk mendukung pekerjaan supaya nantinya bisa mendapatkan penghasilan maksimal.

Walaupun berhutang untuk suatu hal produktif merupakan tujuan yang baik, namun tetap membutuhkan persiapan yang matang sebelum membuat pengajuan hutang. Perhatikan pula agar Anda tidak melakukan kesalahan perhitungan pada kebutuhan finansial yang lainnya dan Anda juga harus pintar serta cermat dalam memilih lembaga keuangan dan lain-lain.

Ajukan pertanyaan kritis pada diri sendiri

Sebelum Anda ingin membuat pengajuan pinjaman untuk modal usaha, yakinkan diri Anda jika hutang tersebut tidak akan menjadi kendala atau beban Anda di masa mendatang. Dengan memahami hal itu membuat Anda lebih waspada ketika ingin mengajukan pinjaman.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar dapat menemukan, apakah memang usaha tersebut membutuhkan modal lebih dan menyebabkan terjadinya hutang. Hal sederhana supaya Anda tidak sembarangan mengambil keputusan untuk melakukan pinjaman adalah dengan bertanya ke dalam diri sendiri, seperti :

Apakah memang membutuhkan tambahan dana?

Apa yang menjadi alasan utama dalam mengajukan pinjaman?

Apakah dana tersebut memang dibutuhkan segera?

Apakah keadaan usaha Anda saat ini dapat mendukung?

Jawab semua pertanyaan tersebut, jika memang melakukan pinjaman merupakan jalan terbaik dalam rangka untuk mengembangkan usaha dan Anda merasa mampu menanggung resiko yang bisa terjadi di masa mendatang, maka silahkan ajukan pinjaman. Namun, jika Anda ragu sebaiknya tidak dilakukan dan kembalilah membuat strategi bisnis dengan benar.

Cicilan hutang perbulan maksimal 35%

Penilaian kesehatan pada jumlah hutang dilakukan dengan dua cara, yaitu debt service serta debt to asset ratio yang artinya nilai dari DSR maksimal hanya 35%.

Namun, jika pihak bank memenuhi permohonan angsuran sebesar 50% dari penghasilan Anda, jumlah tersebut bisa dikatakan tidak ideal. Cicilan yang terlampau besar dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup.

Tentunya akan mengganggu kebutuhan hidup setiap bulannya. Apalagi ketika harus menyisihkan dana untuk kebutuhan darurat, asuransi juga investasi.

Maksimal jumlah hutang 50% dari aset

DAR (Debt to Asset Ratio) adalah nilai wajar dari seluruh total hutang yang tertunggak Anda maksimal sebesar 50%. Kenapa? 

Anggaplah Anda kehilangan penghasilan bulanan yang seharusnya digunakan untuk membayar angsuran, mau tidak mau Anda harus melikuidasi aset sebagai alat pembayaran hutang. Apalagi jika ternyata total hutang yang ada setara atau lebih dari 70% melebihi nilai aset. Jadi sisa aset yang Anda miliki setelah dilakukannya pelunasan hanya 30% saja.

Memahami isi persyaratan

Memahami isi dari persyaratan juga merupakan hal penting, agar Anda dapat mengukur kemampuan diri sendiri, apakah nantinya dapat memenuhi syarat yang diajuka atau tidak. Mengetahui tentang persyaratan dari pinjaman akan mempengaruhi disetujui maupun tidaknya pengajuan pinjaman Anda. Dengan mengetahui hal tersebut sejak awal, membuat Anda lebih bisa mempersiapkan diri supaya sesuai dengan kriteria.

Jangan ajukan pinjaman sebelum ada dana darurat

Mengingat hutang termasuk pengeluaran sifat “wajib untuk dibayar”, lalu apa jadinya bila telah mengajukan hutang kemudian Anda kehilangan pekerjaan yang artinya tidak lagi memiliki penghasilan?

Jadi, ada baiknya sebelum Anda mengajukan pinjaman. Anda harus telah mempunyai dana darurat. Karena jika Anda merupakan seorang petani, pembudidaya ikan atau pengusaha, pekerjaan tersebut memang memiliki resiko yang tinggi.

Karena itu sebaiknya Anda mempunya dana darurat yang jumlahnya paling tidak adalah enam kali dari pengeluaran rutin setiap bulan, dengan begitu Anda masih memiliki uang untuk melanjutkan pembayaran hutang tersebut.

Lindungi keluarga secara finansial bila nantinya harus berhutang

Hutang tentunya akan diwariskan kepada ahli waris Anda apabila telah meninggal dunia. Alangkah buruknya bila Anda tidak memberikan keluarga perlindungan secara finansial ketika memutuskan untuk berhutang atau melakukan pinjaman.

Karena itulah para debitur diwajibkan memiliki asuransi jiwa. Dengan begitu ketika debitur meninggal dunia, maka uang pertanggungan dari asuransi jiwa akan dicairkan dan dapat digunakan untuk pembayaran hutang.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui untuk Anda yang ingin melakukan pinjaman dana guna dipakai untuk usaha produktif. Ketika Anda memiliki angsuran hutang, maka nantinya Anda mempunyai pengeluaran pasif yang wajib dibayarkan berkala. Jadi, jagalah kesehatan cash flow Anda dengan baik.

Biasakan juga untuk membayar cicilan tersebut tepat waktu, tidak ada salahnya untuk menurunkan gaya hidup sedikit sementara demi memperlancar upaya pembayaran hutang. Jangan ragu pula meminta bantuan dari perencana keuangan yang telah bersertifikasi apabila terjerat hutang.

Related Posts