Home Investasi Apa yang Dimaksud Investasi Jangka Panjang Serta Contohnya

Apa yang Dimaksud Investasi Jangka Panjang Serta Contohnya

by Lara Nifa

Anda pasti pernah mendengar istilah investasi jangka panjang dan jangka pendek. Dimana diantara kedua instrumen investasi ini yang paling sering digunakan oleh masyarakat adalah yang jangka pendek, karena masih banyak sekali orang merasa ragu untuk melakukan pendanaan pada jangka panjang, padahal untuk manfaatnya sendiri sudah pasti lebih banyak.

Definisi Investasi Jangka Panjang

Investasi berjenis jangka panjang ini mengharuskan nasabahnya untuk melakukan simpanan dana dalam jangka waktu lebih lama, biasanya antara 6 bulan hingga 2 tahun. Dalam tempo itulah Anda bisa mendapatkan keuntungan. Contoh investasi ini adalah emas, saham, obligasi serta reksadana.

Tujuan Investasi Jangka Panjang

Meski setiap orang memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam hal investasi, namun tujuan umum dari berinvestasi jangka panjang adalah berikut ini :

  • Untuk bisa memperoleh pendapatan tetap pada periode tertentu, dimana pendapatan tersebut berasal dari investasi berjangka panjang bisa Anda dapatkan dengan beragam bentuk, misalnya seperti royalti, uang sewa, deviden, bunga serta keuntungan dari hak kepemilikan saham.
  • Biasanya para pengusaha memanfaatkan investasi jenis ini untuk membentuk atau mengumpulkan modal guna memperluas pasaran produk (ekspansi).
  • Bagi kebutuhan personal (pribadi), melakukan investasi dalam jangka panjang dapat membantu mewujudkan kebebasan finansial serta tujuan lain, misalnya biaya haji, tabungan pensiun, dana pendidikan dan lain-lain.

Contoh Produk Investasi Jangka Panjang

Setelah Anda mengetahui tentang pengertian serta tujuan dari instrumen investasi ini, selanjutnya adalah jenis-jenis dari investasi berjangka panjang sebagai berikut :

  • Mulia (Emas)

Tidak dapat dipungkiri lagi bila emas memang salah satu jenis investasi yang menguntungkan. Pasalnya emas memiliki nilai (harga) yang akan selalu naik tiap tahunnya. Tidak cuma nilai jualnya yang tinggi.

Tetapi emas juga aman dalam setiap keadaan, selain itu jenis investasi berjangka panjang ini terbilang stabil serta bebas inflasi. Pada proses pengurusan kepemilikannya terbilang mudah, karena Anda hanya harus membeli emas yang diinginkan di toko dan menyimpannya di rumah dengan baik.

  • Tanah dan Bangunan (Properti)

Selanjutnya adalah berinvestasi pada properti, seperti misalnya bangunan maupun tanah. Karena keduanya memiliki nilai investasi yang terbilang tinggi serta sangat menguntungkan. Laba yang bisa didapat apabila Anda memilih untuk menanamkan modal pada properti sudah pasti banyak.

Karena, pada kenyataannya harga tanah akan terus mengalami kenaikan harga hingga 15% sampai 20%. Belum lagi, bila Anda merupakan orang yang jeli dalam melihat peluang dari tanah atau pun bangunan, kenaikan tersebut tentunya bisa mencapai berlipat ganda. Memang untuk menanam modal pada investasi ini terbilang besar, namun return yang Anda dapatkan juga tinggi.

  • Reksadana

Jenis saham selanjutnya adalah Reksadana Saham, dimana hal ini berupa surat-surat yang berharga dan merupakan aset atau bukti klaim. Reksadana dibagi menjadi empat jenis, yaitu pendapatan tetap, saham, pasar uang dan campuran, dimana pada setiap jenisnya tentu memiliki resiko yang berbeda.

Dimana bila Anda memilih instrumen investasi ini, temponya dapat Anda tentukan sendiri sesuai dengan kebutuhan Anda. Bila Anda memiliki modal yang cukup besar, maka investasi reksadana merupakan pilihan yang tepat sebagai investasi berjangka panjang.

Investasi reksadana dan saham tentunya memiliki perbedaan. Dimana saat Anda berinvestasi pada saham akan mendapatkan bantuan dari MI (Manajer Investasi) untuk menentukan produk mana yang terbaik.

  • Obligasi

Arti dari obligasi yaitu surat hutang yang digunakan dalam jangka waktu panjang dan dapat berubah kepemilikannya, dimana dalam surat tersebut tertulis mengenai janji yang dibuat oleh pihak pemodal tentang pembayaran hutang pokok serta imbalan berupa bunga di periode yang telah ditentukan.

Obligasi juga dapat dikeluarkan dari pihak perusahaan atau negara. Surat ini memiliki informasi-informasi penting yang tertulis di dalamnya, seperti nama, besaran bunga, waktu jatuh tempo dan lainnya. Kemudian jangka waktu dari investasi obligasi ini biasanya hanya berlaku untuk satu tahun hingga 10 tahun lamanya.

  • Tabungan Berjangka

Bila Anda ingin memiliki tabungan dengan sistem yang menentukan besaran nominal serta ada jangka waktu, mungkin Tabungan Berjangka merupakan produk yang cocok dan temponya juga dapat diatur sesuai dengan keinginan, misalnya 1 (satu) atau 20 tahun lamanya.

Setoran awalnya juga sesuai dengan kemampuan serta target Anda, biasanya setoran setiap bulannya dimulai dengan nominal Rp 100.000 sampai dengan Rp 500.000. Namun, perlu diketahui bila besaran tersebut tidak selalu sama pada setiap bank.

Tabungan berjangka juga telah dilengkapi dengan bunga, besarannya lebih tinggi bila Anda membandingkannya dengan tabungan pada umumnya. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi pemilik investasi. 

Kekurangan dari produk ini adalah Anda tidak bisa menarik dana sesuka hati dan hanya bisa diambil ketika telah jatuh tempo seperti yang sudah disepakati sebelumnya. Bila Anda ingin menarik uang tersebut sebelum waktunya, pihak bank akan memberikan penalti.

Nah, demikianlah informasi mengenai investasi berjangka panjang beserta dengan contohnya. Anda dapat memilih instrumen investasi ini sesuai dengan kebutuhan.

Related Posts