Home Bisnis dan Usaha Apa yang Dimaksud dengan Eksportir

Apa yang Dimaksud dengan Eksportir

by Lara Nifa

Banyak pelaku usaha atau pebisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya sampai ke pasar dunia sehingga dapat melakukan aktivitas ekspor produk milik mereka. Maka dapat dikatakan juga bahwa makin banyak orang, khususnya di kalangan pebisnis yang ingin menjadi sebagai eksportir serta memperluas target pasar atau sasaran sampai skala internasional.

Eksportir sendiri kerap diartikan sebagai pebisnis yang melakukan ekspor yang bisa jadi datang dari perorangan atau bahkan dalam skala besar seperti instansi atau perusahaan tertentu. Hingga sekarang ini ternyata terdapat banyak sekali hal yang berhubungan dengan eksportir yang  mungkin saja belum banyak diketahui oleh orang-orang secara rinci.

Nah, maka dari itu. Apabila Anda ingin mengetahui atau bahkan ingin menjadi pelaku eksportir yang bisa menjual dan mengirimkan produk dagangan Anda ke luar negeri secara legal, sebaiknya pahami dulu poin-poin yang akan dijelaskan di bawah ini.

1.       Pengertian eksportir

Eksportir sejatinya adalah orang yang menawarkan berbagai produk baik barang atau jasa ke luar negeri yang bertujuan agar memperoleh target keuntungan tertentu. Apabila Anda menjadi pelaku eksportir maka dapat dikatakan juga bahwa Anda melakukan aktivitas perdagangan komoditas ke tujuan negara luar.

Agar dapat melakukan kegiatan tersebut, maka seseorang ataupun sebuah lembaga tertentu, perlu melakukan pendaftaran secara hukum khususnya untuk bagian instansi negara urusan perdagangan. Dengan demikian, Anda bisa menjadi seorang eksportir yang resmi secara hukum dan telah terdaftar secara sah dimata negara.

2.       Syarat menjadi eksportir

Untuk menjadi eksportir atau pengusaha yang melakukan pengiriman produk ke luar negeri secara reguler, tentu tidak dapat dilakukan sembarang. Untuk dapat menjadi eksportir, tentu Anda perlu memenuhi berbagai macam persyaratan yang wajib dipenuhi, agar kegiatan ekspor dapat berjalan lancar serta mendapatkan perlindungan hukum.

Salah satu persyaratan yang wajib Anda penuhi untuk menjadi eksportir yaitu berbadan hukum. Misalnya badan usaha, lembaga atau perusahaan tertentu yang bisa membuktikan diri mereka dengan memiliki legalitas yang sifat sah dan dinaungi oleh negara.

Persyaratan selanjutnya yang juga harus Anda penuhi agar bisa menjadi eksportir yakni mempunyai NPWP atau nomor wajib pajak sebab semua kegiatan ekspor tersebut umumnya mempunyai kaitan dengan pajak suatu negara.

Sementara untuk persyaratan terakhir agar dapat menjadi eksportir yakni mempunyai izin berupa SIUP, dimana SIUP diterbitkan oleh Dinas Perdagangan atau juga dapat dikeluarkan dari Dinas Perindustrian

3.       Manfaat eksportir

Aktivitas pengiriman produk barang ke negara luar yang kerap dilakukan para eksportir meskipun tidak semudah yang dikira tapi ternyata sangat bermanfaat. satu dari sekian banyak manfaat yang dapat dirasakan secara langsung yakni dapat meningkatkan devisa suatu negara sehingga penghasilan atau kas negara dapat bertambah banyak.

Selain itu, manfaat lainnya dengan adanya para eksportir ini mampu mengembangkan dan memperluas industri di dalam negeri sebab munculnya banyak permintaan produk dari luar negeri. Banyak permintaan barang dari negara lain inilah yang akhirnya menjadi pemicu perusahaan di dalam negeri menjadi termotivasi  agar dapat terus memproduksi serta memasarkan barangnya hingga ke skala internasional.

4.       Jenis eksportir

Aspek lain seputar eksportir yang sekiranya harus Anda ketahui yakni berbagai jenis eksportir itu sendiri, yang mana ada jenis eksportir produsen serta eksportir non produsen. Dari kedua jenis eksportir ini tentu mempunyai tugas yang berbeda tapi pada intinya sama-sama mengirimkan produk barang ke negara luar.

Eksportir produsen adalah eksportir yang tidak hanya mengirimkan produk ke luar negeri saja namun juga menciptakan produk barangnya sendiri. Sementara pengertian eksportir non produsen hanya melakukan aktivitas pengiriman ke luar negeri tanpa melakukan kegiatan produksi barang apapun.

5.       Komoditas ekspor Indonesia

Begitu banyak jenis produk yang dimiliki negara Indonesia dan bisa diekspor ke luar negeri. Misalnya dari sektor pertanian dan lain sebagainya.

Selain sektor pertanian, ternyata masih banyak sekali jenis komoditas yang jumlahnya sangat melimpah di tanah air, serta layak untuk di ekspor ke negara luar yang lebih membutuhkan. Sebut saja, industri tekstil, hasil hutan, hasil laut dan masih banyak lagi.

6.       Menghitung  pajak ekspor

Kegiatan pengiriman produk barang ke negara lain yang dilakukan pihak eksportir ternyata tidak terlepas dari beban pajak yang wajib dibayar. Aktivitas ekspor memang tak pernah luput dari sektor perpajakan, hal ini membuat perhitungan terkait pajak ekspor tersebut harus dilakukan dengan tepat.

Agar dapat menghitung besaran pajak dari aktivitas ekspor yang dibebankan tarif persentase, dan dapat dihitung menggunakan metode berupa, pajak ekspor dikalikan harga ekspor lalu dikali jumlah satuan produk barang dan dikali kurs. Sementara untuk perhitungan pajak barang yang dibebankan tarif spesifik dapat memakai perhitungan berupa, biaya pajak ekspor dikali oleh jumlah satuan produk dan dikali kurs.

Related Posts