Home Administrasi Apa Itu SIM A Umum dan Apa Saja Sih Jenis SIM Yang Ada?

Apa Itu SIM A Umum dan Apa Saja Sih Jenis SIM Yang Ada?

by Greg Pascal
sim a umum

SIM atau surat ijin mengemudi adalah dokumen yang wajib kita bawa saat berkendara. Yang kita tahu mungkin hanya ada 3 jenis yakni SIM C untuk kendaraan roda dua, SIM A untuk kendaraan roda empat dan SIM B untuk kendaraan angkutan atau gandengan. Lalu apa itu SIM A Umum?

Baik itu SIM C, SIM A dan SIM B memiliki beberapa kategori yang berbeda. Perbedaan tersebut dibedakan mulai dari kapasitas mesin, bobot kendaraan hingga tujuan dari penggunaan kendaraan tersebut. Ada 12 Jenis SIM yang berlaku di Indonesia, berikut informasinya.

1. SIM C

Meskipun sama-sama digunakan untuk kendaraan roda dua, SIM C memiliki 3 jenis kategori yakni SIM C Umum, SIM C1 dan SIM C2. Ketiganya memiliki syarat pengajuan yakni harus sudah berusia minimal 17 tahun. Berikut penjelasan ketiga kategorinya.

  1. SIM C Umum untuk kendaraan roda dua umumnya dengan kapasitas mesin dibawah 250 cc
  2. SIM C1 digunakan untuk kendaraan roda dua dengan kapasitas mesin di antara 250 – 500 cc
  3. SIM C2 digunakan untuk kendaraan roda dua dengan kapasitas mesin diatas 500 cc

Biaya untuk pengajuan seluruh kategori SIM C merupakan yang paling murah yakni sebesar Rp. 100.000 dan untuk perpanjangannya Anda harus menyiapkan biaya sebesar Rp. 75.000.

2. SIM A

Berbeda dengan SIM C, kategori untuk jenis SIM A terbagi berdasarkan dari tujuan penggunaan kendaraan yakni SIM A biasa serta SIM A Umum. Untuk pengajuan SIM A biasa pengguna harus memiliki usia minimal 17 tahun sedangkan untuk SIM A Umum minimal harus berusia 20 tahun. 

SIM A memiliki banyak kategori atau jenis, yakni SIM A biasa dan SIM A Umum. Berikut pengkategorian SIM A untuk apa saja kategorinya yang diakui di Indonesia.

  1. SIM A biasa digunakan untuk pengendara kendaraan roda empat dengan bobot dibawah 3.500 kg. Selain itu, SIM A biasa hanya ditujukan untuk pengendara pribadi atau niaga saja.
  2. SIM A Umum digunakan untuk pengendara kendaraan roda empat yang dimanfaatkan sebagai alat transportasi umum namun bobotnya tidak melebihi 3.500 kg. Beberapa contoh kendaraan tersebut adalah taksi baik itu online maupun konvensional.

Biaya untuk pengajuan semua kategori SIM A adalah sebesar Rp. 120.000 sedangkan untuk perpanjangannya Anda membutuhkan Rp. 80.000 saja.

sim a umum

Baca Artikel Selanjutnya :

3. SIM B

SIM B yang ditujukan untuk pengendara kendaraan angkut barang juga memiliki beberapa jenis kategori yang dibagi berdasarkan fungsi dari kendaraan tersebut dan juga termasuk bobot kendaraannya. Berikut pembagian jenisnya:

  1. SIM B1 digunakan oleh pengendara dari kendaraan yang bobotnya lebih dari 3.500 kg. Kendaraan ini bisa berupa kendaraan berat pribadi, kendaraan penumpang atau mobil angkutan.
  2. SIM B2 digunakan oleh pengendara kendaraan yang berfungsi sebagai pengangkut atau penarik yang bobotnya lebih dari 1.000 kg.

Untuk pengajuan jenis SIM B1 harus memiliki usia minimal 22 tahun sedangkan untuk SIM B2 pengajuan dengan usia minimal 23 tahun. Biaya untuk pengajuan seluruh kategori SIM B sama seperti pada SIM A yakni sebesar Rp. 120.000 dengan perpanjangan Rp. 80.000.

4. SIM D

Belum banyak orang tahu mengenai jenis SIM yang satu ini. SIM D adalah jenis SIM yang ditujukan untuk pengendara dengan disabilitas. SIM ini dapat diperoleh apabila sebelumnya sudah memiliki jenis SIM diatas atau juga dengan pengajuan layaknya SIM lainnya.

Pengguna dari SIM D minimal adalah pribadi yang sudah berusia minimal 17 tahun seperti pada kategori usia SIM C dan A. SIM D sendiri juga memiliki beberapa kategori yakni adalah sebagai berikut:

  1. SIM D1 merupakan jenis SIM D bagi penyandang disabilitas yang ingin mengendarai kendaraan bermotor roda dua.
  2. SIM D2 merupakan jenis SIM D yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas yang ingin mengendarai kendaraan roda empat.

Biaya untuk pengajuan semua kategori SIM D adalah sebesar Rp. 50.000 dengan biaya perpanjangan sebesar Rp. 30.000.

5. SIM Internasional

Selain keempat jenis SIM diatas beserta juga kategorinya, ada satu jenis SIM lainnya yang juga diakui di Indonesia yakni SIM Internasional. Jenis SIM ini dilindungi oleh Pasal 9 Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012.

Jenis SIM Internasional ini diterbitkan oleh POLRI dan hanya berlaku selama tiga tahun saja berbeda dengan SIM lain yang berlaku untuk 5 tahun. Apabila pemilik dokumen ini masih berada di wilayah Indonesia lebih dari tiga tahun, maka Ia wajib untuk memperpanjang lagi dokumennya.

Untuk pengajuan jenis SIM Internasional ini adalah yang paling besar. Untuk mendapatkan jenis SIM ini Anda membutuhkan biaya pengajuan sebesar Rp. 250.000 dengan biaya perpanjangan sebesar Rp. 225.000.

Semoga artikel mengenai SIM A baik yang biasa maupun SIM A Umum dan semua jenis SIM lainnya lengkap dengan informasi syarat dan juga biaya pengajuan ini dapat bermanfaat untuk Anda. Selalu aman dalam berkendara dan patuhi rambu dan peraturan yang ada.

Related Posts