Home Investasi Apa Itu Saham: Pengertian, Jenis, Risiko, Dan Keuntungan

Apa Itu Saham: Pengertian, Jenis, Risiko, Dan Keuntungan

by Lara Nifa

Saham, mungkin Anda sering mendengar istilah ini ketika belajar investasi. Menurut definisinya, saham adalah surat bukti yang dimiliki seseorang atau suatu badan usaha atas modal suatu perusahaan. Pemegang saham mempunyai hak atas aset perusahaan tersebut, juga berhak mendapatkan dividen sesuai jumlah saham yang dimilikinya.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan menerbitkan 1000 lembar saham dan Anda membeli 200 lembar diantaranya. Maka porsi kepemilikan Anda terhadap aset perusahaan tersebut sekitar 20%. Kalau menjadi pemegang saham mayoritas maka dapat mengendalikan kebijakan dari perusahaan yang bersangkutan. Adapun tujuan dari penerbitan saham dilakukan untuk memperoleh fresh money alias dana segar sebagai modal pengembangan bisnis jangka panjang.

Setiap orang dapat berpartisipasi dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai aturan yang berlaku. Terkait dengan harga saham per lembar, sewaktu-waktu bisa berubah sesuai kondisi ekonomi dan kinerja perusahaan. Berikut pembahasan lebih lanjut tentang jenis, risiko, serta keuntungan jual beli saham.

Mengenal Jenis-jenis Saham

 Saham di BEI terbagi menjadi 9 sektor, yakni industri mesin, industri pasar dan kimia, pertambangan, pertanian, industri barang konsumsi, infrastruktur dan transportasi, properti dan konstruksi bangunan, keuangan, serta perdagangan jasa dan investasi. Selain dibedakan per sektor, jenis saham juga dibagi atas prioritas keuntungan (dividen). Sehingga menjadi:

Saham Biasa (Common Stock)

Ini merupakan surat berharga yang dimiliki oleh pemilik perusahaan sebenarnya. Sehingga semua keuntungan sekaligus risiko bisnis yang dialami oleh perusahaan terkait menjadi tanggungan pemilik common stock. Selain itu, tak ada hak istimewa yang dimiliki oleh pemilik common stock.

Saham Preferen (Preferred Stock)

Pada saham preferen, para pemegangnya akan didahulukan atau menjadi prioritas atas pembagian dividen perusahaan. Tak terkecuali saat pengembalian modal pada perusahaan yang dilikuidasi. Pemegang saham ini mendapatkan prioritas yang lebih tinggi terhadap aset dan penghasilan.

Resiko dan Keuntungan Berinvestasi Saham

Sama seperti investasi pada umumnya, instrumen saham juga memberikan keuntungan bersama dengan risiko yang tinggi. Hal ini menjadi alasan kenapa saham disebut sebagai investasi high risk high return. Rencana investasi Anda sebaiknya tak hanya memikirkan soal profit, tapi juga risiko yang menyertainya. Semakin tinggi produk investasi tersebut memberi keuntungan, maka semakin tinggi pula kemungkinan rugi yang akan terjadi pada investor. Silahkan pertimbangkan kerugian berikut sebelum memutuskan berinvestasi pada saham.

  • Capital loss terjadi saat harga jual lebih rendah dari harga beli. Ini biasanya dialami para pemegang saham pemula yang kurang cermat bertransaksi.
  • Likuidasi yang terjadi ketika saham perusahaan milik investor dibubarkan atau dinyatakan bangkrut oleh pengadilan. Pemegang saham baru bisa mendapatkan haknya setelah perusahaan memenuhi kewajiban kepada pihak-pihak lain.
  • Suspend atau diberhentikan dari perdagangan BEI. Sehingga para investor tidak bisa melakukan kegiatan jual beli saham dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Untuk menghindari risiko investasi saham ini, Anda harus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan perusahaan. Silahkan lakukan analisis yang baik sebelum bertransaksi. Kemudian untuk keuntungan berinvestasi saham antara lain sebagai berikut.

  • Capital gain merupakan kebalikan dari capital loss. Dimana terjadi kenaikan harga saham yang dibeli, tentu hasilnya akan menguntungkan. Ini bisa terjadi kalau kinerja perusahaan semakin membaik. Keuntungan dari selisih harga jual beli disebut dengan capital gain.  
  • Dividen, yakni pembagian laba kepada para pemegang saham sesuai banyak saham yang dimiliki. Namun untuk keuntungan ini hanya diberikan saat perusahaan memperoleh profit dan para pemegang saham setuju atas pembagian dividen.
  • Investasi lebih fleksibel, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Anda dapat memantau perkembangan harga saham yang melantai dengan sistem atau aplikasi.

Cara Membeli Saham Bagi Investor Pemula

Banyak orang tertarik berinvestasi ke pasar modal, Tapi juga banyak orang yang belum paham transaksi jual beli saham berlangsung. Dalam berinvestasi saham tidak ada syarat atau ketentuan khusus. Semua orang bisa melakukannya dengan mudah. Bagi Anda yang masih investor pemula, ada empat langkah beli saham yang harus dilakukan. Mulai dari:

  • Memilih perusahaan sekuritas tempat bertransaksi saham. Perusahaan ini juga akan membantu proses pembukaan rekening di BEI.
  • Membuka rekening efek untuk menyimpan dana. Pada tahap ini, Anda dapat menyiapkan sejumlah dokumen penting seperti kartu identitas, NPWP, materai, dan buku tabungan. Setelah mengisi formulir pendataran, silakan setor deposit awal dengan nilai sesuai ketentuan minimal bank sekuritas.
  • Memilih saham yang hendak dibeli melalui aplikasi milik sekuritas. Sebelum bertransaksi, pastikan sudah membaca laporan keuangan miliki perusahaan tersebut. Hal ini peru dipertimbangkan dengan baik agar keuntungan yang diharapkan tercapai.
  • Memantau perkembangan harga saham di pasar modal. Supaya dapat untung besar di kemudian hari, Anda harus menambah jumlah saham ketika nilai pasar sedang turun.

Apa itu saham, jenis, keuntungan dan risiko, serta cara membeli sudah disampaikan di atas. Semoga menjadi referensi para investor pemula.

Related Posts