Home Investasi Apa itu Menanam Saham? Bagaimana Cara Mainnya?

Apa itu Menanam Saham? Bagaimana Cara Mainnya?

by Lara Nifa
pengertian menanam saham

Saham merupakan salah satu instrumen investasi di pasar modal yang menjadi pilihan banyak masyarakat sekarang. Sekilas yang diketahui orang awam, produk investasi ini adalah sarana mendapatkan keuntungan berlipat-lipat namun juga berisiko membuat kerugian besar. Bagi pemain saham pemula mungkin masih belum mengetahui seluk-beluk produk investasi tersebut, sehingga ragu untuk memulai.

Tak sedikit pula yang beranggapan bahwa saham hanya dimainkan oleh orang-orang berduit. Padahal sekarang siapa saja dapat menjadi investornya dengan modal kecil. Dalam ulasan ini, kita akan membahas apa itu menanam saham dan bagaimana cara mainnya secara lengkap dan sederhana. Semoga membantu para investor pemula.

Pengertian Menanam Saham

Menanam saham menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan kegiatan penyertaan modal terhadap suatu perseroan terbatas atau perusahaan dengan tujuan mendapat hasil berkepanjangan. Pihak yang selanjutnya disebut pemegang saham memiliki hak atas pendapatan, turut disertakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta klaim aset perusahaan yang ditanamkan modal.

Kalau secara sederhana saham dapat diartikan sebagai semacam bukti kepemilikan seseorang atas sebuah badan usaha atau perusahaan. Kalau memiliki investasi ini berarti kita juga menjadi bagian dari perusahaan yang bersangkutan atau bisa dibilang sebagai salah satu pemiliknya. Karena menjadi bukti sah kepemilikan atas sebuah perusahan, makanya saham sering disebut sebagai surat berharga.

Jenis-jenis Saham

Setidaknya ada dua jenis saham yang diketahui saat ini. Yakni common stock (saham biasa) dan preferred stock (saham preferen). Supaya lebih paham, mari simak penjelasan berikut.

Saham Biasa

Merupakan surat berharga yang menjadi bukti kepemilikan suatu badan usaha atau perusahaan. Para pemilik saham ini berhak memperoleh sebagian dividen (pendapatan) dari perusahaan beserta risiko kerugian yang harus ditanggung bersama perusahaan tersebut. Selain dividen, pemilik common stock juga berhak mengambil bagian dalam pengelolaan perusahaan.

Hal ini ditentukan oleh jumlah saham yang dimiliki, semakin besar maka porsi hak pengelolaan pun besar. Mereka juga punya persentase besar dalam menerima keuntungan perusahaan, dan jika perusahaan itu gagal memperoleh pendapatan, maka mereka bersiap menanggung kerugian yang sama besarnya. Jenis saham ini dibedakan menjadi beberapa kelas, mulai dari A, B, C, dan seterusnya. Setiap kelas memberikan kerugian dan keuntungan masing-masing.

Saham Preferen

Saham preferen merupakan surat berharga yang menjadi bukti bahwa pemiliknya punya hak lebih besar dari pemegang common stock. Artinya dalam pembagian dividen perusahaan nanti pemegang preferred stock ini akan didahulukan, serta menjadi yang pertama dalam pembayaran kembali modal jika perusahaan mengalami likuidasi. Selain itu, pemilik saham preferen juga berhak menukar dengan saham biasa. Memang terkesan lebih baik, namun sebenarnya tidak begitu. Saham ini hanya berbeda dari saham biasa, namun tidak bisa dibilang lebih baik dan kecil resikonya. Pada kenyataannya, cara terbaik melihat instrumen ini adalah dengan melepas hak kepemilikan perusahaan agar memperoleh perlindungan seperti kreditur. Biasa disebut sebagai saham campuran sebab preferred stock ini punya cici yang mirip dengan common stock.

Sumber Pendapatan atau Keuntungan Menanam Saham

Setelah mengetahui pengertian dan jenis-jenis saham, selanjutnya kita akan membahas sumber pendapatan dari produk investasi ini. Pada dasarnya, keuntungan saham berasal dari capital gain dan dividen. Simak penjelasan berikut agar lebih paham.

Capital Gain

Merupakan istilah yang disematkan pada selisih harga jual beli saham. Keuntungan ini berasal dari kegiatan perdagangan saham di pasar sekunder. Sebagai contoh, ada seorang investor membeli stock XYZ dengan harga 3 ribu rupiah per saham. Kemudian saham tersebut kembali dijual dengan harga 3,5 ribu rupiah. Berarti capital gain yang didapat pemodal tersebut untuk setiap stock yang dijual sebesar 500 ratus rupiah.  

Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan yang dihasilkan perusahaan kepada pemegang saham, dapat berupa tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap lembarnya. Biasanya diberikan setelah RUPS selesai diadakan. Kalau ingin memperoleh keuntungan ini, maka pemegang saham harus memegang surat berharga dalam waktu yang cukup lama sampai berada dalam periode diakui sebagai pemegang saham yang berhak atas dividen perusahaan.

Resiko yang Akan Ditanggung Penanam Saham

Yang namanya investasi itu pasti ada resiko yang harus diwaspadai para investor, tidak terkecuali instrumen saham. Berhati-hatilah terhadap capital loss dan likuidasi perusahaan, hal ini dapat menimbulkan kerugian besar. Apa itu capital loss? Ini merupakan kebalikan dari capital gain yang berarti selisih antara harga jual saham lebih rendah dari harga beli.

Sedangkan risiko likuidasi terjadi ketika perusahaan yang Anda tanami modal mengalami kebangkrutan atau dibubarkan oleh pengadilan. Mirisnya lagi, pemegang saham masuk dalam urutan terakhir yang mendapat hasil penjualan kekayaan perusahaan. Bahkan bisa tidak memperoleh hasil likuidasi kalau tidak terdapat sisa kekayaan lagi.  

Demikian pengertian menanam saham, jenis, serta cara mainnya. Apapun instrumen investasi yang dipilih, sebaiknya Anda tidak ikut-ikutan tanpa mengenali profil risiko investasi sendiri. Jika ada pertanyaan lain seputar investasi saham, silahkan tanyakan langsung pada ahlinya!

Related Posts