Home Perencanaan Apa itu Dana Pensiun Syariah? Berikut Penjelasannya

Apa itu Dana Pensiun Syariah? Berikut Penjelasannya

by Lara Nifa
Apa itu Dana Pensiun Syariah? Berikut Penjelasannya

Badan hukum yang menjalankan dan mengelola program menjanjikan manfaat dari pensiun sebagaimana mestinya seperti yang tercantum dalam Undang-Undang mengenai dana pensiun syariah berdasarkan dengan prinsip syariah.

Pengertian tentan dana pensiun yang didasari oleh syariah Islam telah tercantum pada peraturan OJK No. 33 tahun 2016. Menjadikan hidup lebih tenang dan tetap mempunyai sumber penghasilan yang sistem pengelolaannya diatur secara syariah walaupun Anda tidak lagi bekerja, merupakan salah satu keuntungan yang bisa Anda rasakan.

Aturan Dari OJK

Disebutka apabila DPS (Dana Pensiun Syariah) merupakan dana pensiun yang pengelolaannya dijalankan secara syariah sesuai ketentuan hukum Islam atau berdarkan fatwa yang dikeluarkan olah Dewan Syariah Nasional MUI.

Aturan dari OJK yang mengatur tentang DPLK dan DPPK adalah sebagai berikut :

  1. DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja) merupakan dana pensiun berupa badan atau seseorang yang mempekerjakan orang lain (karyawan). Untuk dapat menyelenggarakan program tersebut, dalam hal ini adalah program pensiun iuran pasti, guna kepentingan seluruh atau sebagian pekerja.
  2. DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) merupakan dana pensiun berupa perusahaan asuransi atau bank untuk bisa menyelenggarakan rencana pensiun iuran pasti bagi perseorangan, baik pekerja mandiri maupun karyawan dan terpisah dari DPPK yang diperuntukan bagi karyawan perusahaan maupun bank.

Akad yang Digunakan Dalam Dana Pensiun Berdasarkan Syariah Islam

Dibawah ini merupakan akad yang biasanya digunakan oleh Dana Pensiun Syariah pada pesertanya, seperti :

  1. Akad hibah merupakan ikrar berupa pemberian uang atau dana dari pemberi wahib (kerja) kepada mauhub lah (pekerja) dalam menyelenggarakan pensiun.
  2. Hibah yang bisa terjadi jika syarat-syaratnya telah terpenuhi disebut Akad Hibah bi Syarth.
  3. Hibah yang dimana pemberi menetapkan pihak mana yang berhak menerima segala manfaat pensiun dan juga bagi yang tidak boleh mengambil sebelum waktunya disebut Akad Hibah Muqayyadah.
  4. Akad Wakalah merupakan ikrar berupa penyerahan kuasa dari si pemberi kepada pihak lain dan boleh diwakilkan.
  5. Akad Wakalah bil Ujrah merupakan ikrar dengan imbalan upah (ujrah).
  6. Akad berupa kerja sama bisnis antara Dana Pensiun Syariah dan pihak lain dimana keuntungannya akan dibagikan sesuai dengan nisbah yang sebelumnya telah disepakati serta kerugiannya akan dibebankan kepada Dana Pensiun Syariah apabila kerugian itu terjadi bukan disebabkan oleh kelalaian pengelola, disebut dengan Akad Mudharabah.

Mekanisme Pengelolaan Dana Pensiun Syariah

Secara operasional, pengelolaannya tidak berbeda dengan dana pensiun yang dikelola secara konvensional. Berikut dibawah ini adalah konsep dasar dari dana pensiun :

  1. DPS (Dana Pensiun Syariah) ini menggunakan akan atau janji agar memperjelas hak serta kewajiban dari pihak yang melakukan perjanjian.
  2. DPS hanya memperbolehkan penerima melakukan investasi pada jenis investasi selama tidak melanggar prinsip syariah.
  3. DPS wajib memiliki setidaknya Dewan Pengawas untuk mengawasi aktivitas operasionalnya supaya tetap sesuai dengan prinsip syariah yang nantinya wajib melaporkan hasil pengawasan tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan.

Keunggulan Dana Pensiun Syariah

Karena dikelola dengan menggunakan prinsip syariah, tentunya akan ada beberapa keunggulan dari DPS, yaitu :

  1. Memiliki keuntungan yang lebih stabil ketika ingin melakukan investasi  berjangka panjang dan mempunyai filter bagi industri non-halal, misal pornografi dan rokok.
  2. Menjadi sebuah peluang bagi lembaga keuangan agar dapat memperkuat pendapatan penghasilan yang dapat meningkatkan profitabilitas.
  3. Kematangan pasar index dan sukuk saham syariah lumayan menjanjikan.
  4. Menjamin ketersediaan dana ketika masuk pada umur pensiun yang dalam pengelolaannya dilakukan secara syariah.

Pentingnya Dana Pensiun Syariah

Perkembangan dari dana pensiun berprinsip syariah Islam memang dinilai sangat strategis dan penting, terutama guna perekonomian nasional.

Karena DPS dapat digunakan sebagai pendanaan pembangunan berjangka panjang, nantinya akan mewujudkan kehidupan dari rakyat yang muthmainnah. Selain penting bagi negara, DPS juga berguna bagi setiap orang.

Berikut ini tiga hal penting memiliki DPS :

  1. Bila Anda tidak lagi bekerja, namun masih memiliki penghasilan untuk membiayai hidup.
  2. Walaupun sudah tidak lagi bekerja, Anda tetap akan merasa tenang menjalani kehidupan. Hal ini disebabkan karena telah memiliki jaminan.
  3. Apabila semua orang dapat hidup dengan nyaman dan tenang di masa tua, akan tercipta keharmonisan sosial pada kehidupan bermasyarakat hingga dapat terhindar dari hal yang membuat hidup sulit.

Kendala Pengembangan Dana Pensiun Syariah

Walaupun keberadaannya mulai dilirik oleh banyak perusahaan, tetapi di dalam pelaksanaan pengembangan DPS masih terdapat kendala, berupa :

  1. Adanya rencana sejenis yang sifatnya wajib, yaitu program penjamin pensiun dengan penyelenggara BPJS Ketenagakerjaan hingga tidak terlalu banyak yang mengikuti DPS.
  2. Adanya kendala konversi yang berasal dari DPK (Dana Pensiun Konvensional) ke DPS.
  3. Insentif yang diberikan oleh pemerintah pada dana pensiun terbilang minim.

Related Posts