Home Regulations Apa Aja Tugas OJK dan Sejauh Mana Wewenangnya? Berikut Ini Ulasannya.

Apa Aja Tugas OJK dan Sejauh Mana Wewenangnya? Berikut Ini Ulasannya.

by Lara Nifa
Apa Aja Tugas OJK dan Sejauh Mana Wewenangnya? Berikut Ini Ulasannya.

Otoritas Jasa Keuangan merupakan lembaga independen, memiliki fungsi mengawasi, mengatur dan memeriksa SJK (Sektor Jasa Keuangan) yang ada di Indonesia. OJK sudah ada sejak tahun 2011, di era Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu menjabat sebagai Presiden.

Tugas dan wewenang OJK Indonesia

Tugas serta wewenang dari Otoritas Jasa Keuangan telah tercantum pada BAB III dalam UU No. 21 Tahun 2021. Tentang tugas, telah secara terperinci dan dijelaskan di Pasal 6.

Tugas utama yang harus dilaksanakan oleh OJK adalah mengawasi dan mengatur semua yang berhubungan dengan sektor lembaga keuangan, sektor IKNB dan pasar modal. Seperti :

  1. Mengawasi semua kegiatan yang berhubungan dengan jasa keuangan pada sektor Perbankan.
  2. Mengawasi semua kegiatan yang berhubungan dengan jasa keuangan pada Pasar Modal.
  3. Mengawasi semua kegiatan yang berhubungan dengan jasa keuangan pada sektor Dana Pensiun, Perasuransian dan Lembaga Pembiayaan.

Untuk dapat menjalankan semua tugas tersebut, Otoritas Jasa Keuangan memiliki kewenangan yang telah diatur dengan baik oleh Undang-Undang. Berikut di bawah ini adalah wewenang dari OJK.

Wewenang OJK pada sektor perbankan

Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka mengawasi dan mengatur pada sektor perbankan, yaitu :

  1. Memiliki kewenangan untuk memberikan izin pendirian bank, membuka kantor bank, rencana kerja, anggaran dasar, mengakuisisi bank, sampai dengan mencabut izin usaha bank.
  2. Memiliki kewenangan mengawasi dan mengatur kegiatan usaha lembaga keuangan dalam hal ini bank, meliputi penyediaan dana, sumber dana sampai dengan segala aktivitas pada bidang jasa. 

Wewenang OJK yang berkaitan dengan tugas pengaturan

Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan dalam dalam menjalankan kewajibannya untuk mengatur sektor jasa keuangan, yaitu :

  1. Menetapkan aturan perundang-undangan pada bidang jasa keuangan.
  2. Menetapkan aturan Otoritas Jasa Keuangan.
  3. Menetapkan dan membuat aturan tentang pengawasan di bidang keuangan.
  4. Memastikan jika aturan mengenai tata cara penetapan dari perintah tertulis kepada lembaga keuangan serta pihak tertentu.
  5. Menetapkan aturan tentang tata cara dari pengenaan sanksi yang telah disesuaikan oleh perundang-undangan pada bidang keuangan.

Wewenang OJK yang berkaitan dengan tugas pengawasan

Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan dalam melaksanakan tugasnya untuk mengawasi pada bidang jasa keuangan, yaitu :

  1. Menetapkan dan membuat kebijakan operasional dalam melakukan pengawasan untuk segala kegiatan di sektor jasa keuangan.
  2. Mengawasi, menyidik, memeriksa, melindungi konsumen serta tindakan lain pada Lembaga Jasa Keuangan (LJK), pelaku atau penunjang dari kegiatan tersebut.
  3. Mengeluarkan sebuah perintah tertulis untuk LJK.
  4. Menetapkan dan mengeluarkan sanksi administratif kepada pihak-pihak yang melanggar peraturan undang-undang.
  5. Memberi serta mencabut izin dari usaha atau perseorangan, penetapan maupun persetujuan pembubaran serta hal lain berkaitan dengan jasa keuangan.

Fungsi dari OJK Indonesia

Setiap lembaga milik pemerintah tentu saja mempunyai fungsi sendiri-sendiri, termasuk OJK yang fungsinya telah tercatat dalam pasal 5 mengenai OJK. “Menyelenggarakan sebuah sistem pengawasan dan pengaturan yang terintegrasi kepada seluruh kegiatan pada bidang jasa keuangan.” merupakan fungsi dari OJK yang tercantum pada pasal tersebut.

Visi dan Misi dari OJK Indonesia

Sebagai lembaga, tentu OJK mempunyai visi dan misi yang ingin dicapai. Tanpa adanya tujuan tersebut lembaga pengawas di bidang keuangan ini tidak mungkin bisa berfungsi dengan benar juga lancar. 

Visi OJK sendiri adalah untuk menjadi sebuah lembaga yang berkewajiban untuk mengawasi industri dari jasa keuangan terpercaya, dapat menjadikan industri keuangan sebagai pilar perekonomian skala nasional serta melindungi kepentingan nasabah.

Tentu OJK mempunyai visi untuk menjadikan layanan keuangan di Indonesia berupaya berdaya saing global sehingga bisa memajukan kesejahteraan seluruh masyarakat.

Misi OJK adalah :

  1. Melindungi kepentingan nasabah serta masyarakat.
  2. Mewujudkan terselenggaranya aktivitas pada bidang jasa keuangan dengan transparan, akuntabel dan adil.
  3. Mewujudkan sebuah sistem atau metode yang dapat tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.

Kebijakan dari OJK

  1. Arah pengawasan dan pengembangan SJK (Sektor Jasa Keuangan).
  2. Penajaman untuk pengawasan  SJK berbasis dengan teknologi informasi.
  3. Percepatan pada digitalisasi serta pengoptimalisasi ekosistem dan literasi digital agar dapat mendukung pemulihan perekonomian nasional.
  4. Melakukan perluasan pada akses keuangan untuk mendukung pertumbuhan dari UMKM serta pemulihan perekonomian nasional.
  5. Penguatan dalam ketahanan serta daya saing sektor jasa keuangan.
  6. Pengembangan pada sustainable finance.

Sektor jasa keuangan yang berada di bawah OJK

Setidaknya terdapat tidak SJK yang saat ini berada pada kewenangan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

  1. Perbankan
  2. Pasar Modal
  3. Dana Pensiun, perasuransian, lembaga pembiayaan serta LJK lainnya.

Selain melakukan pengawasan dan mengatur, diharapkan juga dapat memberikan sebuah kesempatan kepada penyedia jasa pada sektor keuangan supaya dapat berkembang. Bila LJK tersebut bisa bertumbuh maka pelayanan terhadap masyarakat juga akan meningkat.

Related Posts