Home Investasi Alasan Milenial Takut Memulai Berinvestasi

Alasan Milenial Takut Memulai Berinvestasi

by Lara Nifa
takut investasi

Menabung merupakan salah satu cara menyimpan uang untuk masa depan. Namun, itu tidak cukup membuat uang yang kamu simpan menjadi nominal yang besar di kemudian hari karena adanya inflasi. Kebalikan dari menabung, investasi mempunyai tujuan yaitu melawan inflasi. 

Di Indonesia setiap tahunnya mengalami tingkat inflasi sekitar 3-4% per tahun. Jika kamu hanya menyimpan tabungan di rumah atau misal membuka rekening tabungan di bank, biasanya kamu hanya akan mendapatkan bunga 0,5% setahun. Beberapa bank pun ada yang tidak memberikan bunga sama sekali.

Dan bagi kamu kaum milenial, berinvestasi bisa menjadi jalan keluar untuk mencapai tujuan kamu nantinya. Investasi juga sangat mudah dilakukan kapanpun dan dimana saja karena di era digital ini semua instrumen investasi menyediakan aplikasi berbasis online. Jadi, kamu bisa memantau uangmu secara online. Meskipun manfaat berinvestasi sangat banyak namun tidak sedikit yang masih takut untuk mulai berinvestasi, berikut alasannya.

Investasi hanya untuk orang kaya

Mindset seperti ini mungkin jadi salah satu alasan yang membuatmu takut berinvestasi. Masih banyak yang beranggapan bahwa investasi membutuhkan modal yang sangat besar, sehingga diklaim hanya untuk orang yang sudah sukses atau memiliki gaji yang besar. Investasi tidak akan cocok bagi yang masih belum mempunyai pekerjaan atau pendapatannya kecil.

Padahal saat ini sudah banyak instrumen investasi yang menawarkan biaya terjangkau untuk berinvestasi. Mulai dari Rp.100.000 rupiah kamu bisa mulai dengan investasi melalui reksa dana atau membeli saham emas yang biayanya juga sangat terjangkau. Jadi, saat ini investasi bisa digunakan di semua kalangan.

Tidak paham instrumen investasi 

Begitu banyak instrumen investasi misalnya ada obligasi, forex, saham, emas, properti, cryptocurrency dan lain-lain. Pilihan yang beragam itu pasti akan membuatmu bingung, instrumen mana yang paling tepat kalau dilihat dari kondisi keuanganmu sekarang ini.

Pahami terlebih dahulu dan bandingkan apa saja keuntungan serta tingkat resikonya. Kalau kamu masih ragu, mulailah dengan berinvestasi di reksa dana misalnya karena uangmu bisa didiversifikasi untuk meminimalisir risiko atau kerugian. 

Investasi adalah hal rumit

Rumit dan membingungkan itulah yang mungkin akan terucap ketika mendengar kata investasi. Tidak mudah memang bagi pemula terutama kamu generasi milenial untuk memahami setiap pasar saham. Wajar karena kamu akan banyak menemui berbagai istilah ekonomi dan seringkali dihadapkan dengan grafik harga saham yang sudah pasti akan membuatmu kebingungan. Maka dari itu, dibutuhkan kemampuan analisa yang cukup untuk memudahkanmu dalam berinvestasi. 

Takut akan kehilangan uang

Apabila kita memutuskan untuk berinvestasi maka akan selalu ada risiko. High risk high return, ya jika tidak ada risiko mustahil return yang kamu dapat juga akan sebanding. Kamu perlu mengambil risiko yang tinggi kalau ingin mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi juga. Alih-alih ingin menambah cuan, bisa jadi uangmu akan hilang begitu saja. Tampak menakutkan bukan ?

Namun semua risiko tersebut bisa diminimalisir tentunya dengan memahami cara kerja berbagai investasi tersebut. Jangan memulainya dengan modal yang besar atau menggunakan seluruh uang simpanan untuk investasi. Dengan modal kecil kamu bisa mulai berinvestasi sambil mempelajari serta menganalisa setiap instrumennya.

Investasi bodong merajalela 

Saat ini berita tentang investasi bodong cukup ramai jadi perbincangan di masyarakat. Tidak sedikit yang menjadi korban dari penipuan tersebut. Dari uang ratusan ribu bahkan ratusan juta terpaksa harus direlakan para korban. Hal ini pun akhirnya menjadi bayang-bayang di masyarakat dan menimbulkan persepsi buruk terhadap investasi saham.

Kamu tidak perlu khawatir, hal pertama yang harus kamu lakukan agar terhindar dari investasi bodong yaitu mengecek legalitas perusahaannya. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan yang besar yang bisa di dapat dalam waktu singkat. Selain itu, kamu juga bisa cek apakah perusahaan atau aplikasi investasi tersebut sudah terdaftar dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Gaya hidup konsumtif

Anak muda jaman sekarang seringkali tergoda untuk menghamburkan gaji dari hasil kerja keras mereka sebagai bentuk self reward. Menyisihkan uang untuk ditabung atau investasi pun sudah bukan menjadi prioritas bahkan tidak masuk dalam anggaran tiap bulan. Fokus hanya untuk saat ini, menghabiskan uang sebanyak-banyaknya kalau sudah habis bisa dicari lagi. 

Gaya hidup konsumtif seperti ini akan membuatmu tidak punya tujuan hidup dan enggan memikirkan masa depan. Padahal, dengan berinvestasi kamu akan lebih tenang dan hidup sejahtera di saat tua nanti.

Jangan ragu lagi untuk mulai menyisihkan uangmu dengan berinvestasi karena banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat. Setiap keraguan yang dijabarkan di atas sudah jelas bisa diatasi dengan berbagai solusi. Banyak sekali saat ini yang membagikan ilmunya tentang investasi secara cuma-cuma, carilah informasi dan mulai pelajari. 

Related Posts