Home Tips 9 Tips Hemat Gelar Pesta Pernikahan di Masa Pandemi

9 Tips Hemat Gelar Pesta Pernikahan di Masa Pandemi

by Lara Nifa
9 Tips Hemat Gelar Pesta Pernikahan di Masa Pandemi

Pernikahan merupakan satu prosesi yang sakral, mengesankan dan bermakna. Namun, acara ini selalu diidentikkan dengan biaya yang mahal bahkan hingga ratusan juta atau lebih. Lalu, apakah bila melaksanakan pernikahan dengan budget rendah dianggap tidak layak?

Sebuah pernikahan merupakan upacara pengikat janji serta meresmikan bersatunya dua insan dalam suatu perkawinan yang sah secara hukum, agama dan sosial.

Sejatinya, apabila calon pengantin lebih memilih melakukan pernikahan di KUA (Kantor Urusan Agama), mereka tidak akan dikenakan biaya apapun. Kecuali, acara tersebut dilakukan di luar jam kerja, akan ada tarif yang harus dibayarkan sebesar Rp 600.000.

Di tengah pandemi ini banyak pasangan yang memutuskan untuk menikah di Kantor Urusan Agama, hal tersebut dikarenakan adanya larangan berkumpul. Namun, ada juga yang memilih menggelar acara secara sederhana di rumah.

Di masa pandemi yang semuanya serba tidak ada kepastian ekonomi seperti saat ini, membuat setiap orang mau tidak mau memprioritaskan pengeluaran yang sifatnya lebih pada kebutuhan bukan keinginan. Namun, akhirnya nanti berdampak pada membengkaknya dana yang diperlukan karena pesta.

Tentukan waktu serta estimasi biaya

Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan perhitungan untuk estimasi biaya dan menentukan waktu. Dengan begitu Anda dapat mengumpulkan dana lebih mudah melalui instrumen investasi. Selain itu, hal ini berguna untuk menghindari membengkaknya pengeluaran yang bisa saja muncul.

Pastikan jika biaya pernikahan Anda tidak menguras tabungan, artinya Anda masih mempunyai aset lancar (kas, tabungan dan setara kas), setidaknya sebesar 15 persen dari total kekayaan bersih.

Dari semua total biaya yang telah disiapkan, jangan sampai dihabiskan seluruhnya, karena nantinya akan digunakan untuk memilih distributor atau vendor pendukung acara. Alokasikan sekitar 10 hingga 15 persen dari jumlah biaya seserahan, kemudian sisihkan sebesar 10 hingga 15 persen lagi guna berjaga-jaga apabila ada kebutuhan lainnya.

Jangan menggunakan dana darurat

Apabila dana darurat telah terkumpul dan mencapai pada jumlah ideal, berusahalah untuk tidak menggunakan uang tersebut. Karena fungsi utama dari dana darurat itu guna mitigasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Contohnya pemutusan kerja atau dana talangan bagi biaya-biaya yang bersifat darurat. Karenanya jumlah dari dana darurat ini memang harus tetap terjaga. Idealnya Anda harus menyisihkan dana sebanyak 3 atau 6 kali dari pengeluaran bulanan Anda.

Jangan berhutang 

Pesta pernikahan merupakan acara yang hanya terjadi dalam waktu yang terbilang singkat, hanya beberapa jam. Bila Anda memutuskan untuk menggunakan KTA (Kredit Tanpa Agunan) untuk membiayainya, hal tersebut tidak tepat.

Berhutang untuk biaya pernikahan hanya membuat kekayaan bersih tergerus serta menambah liabilitas Anda. Karena seperti yang Anda ketahui, dengan mengajukan hutang pada pihak bank atau lembaga keuangan pasti akan ada bunga. Jadi, lebih baik selenggarakanlah acara sesuai dengan kemampuan ekonomi Anda. 

Bagi pihak pria, pertimbangkanlah mas kawin berupa surat berharga

Memberikan mas kawin berbentuk emas, baik perhiasan ataupun batangan memang memberikan kesan elegan juga mentereng saat akan didokumentasikan ketika acara akad berlangsung.

Namun, di tengah pandemi ini, harga emas pasti akan terus meningkat. Walaupun bila Anda mengeceknya harga per gramnya 819 ribu, tetapi bagi sebagian besar orang nilai tersebut masih tinggi. Jika Anda memang belum memutuskan akan memberikan mas kawin apa, Anda bisa mencoba untuk membeli saham atau reksa dana.

Tentukan tarif dari wedding organizer maksimal 10% dari total biaya pernikahan

Untuk menyelenggarakan sebuah pesta di tengah pandemi seperti saat ini memang cukup sulit apalagi jika tidak menggunakan jasa dari wedding organizer. Walaupun sekarang ini, bisnis WO juga pastinya terkena dampak karena terdapat peraturan-peraturan pemerintah terkait covid 19.

Minimnya permintaan jasa WO biasanya akan membuat pihak wedding organizer memberikan potongan harga. Anda alokasikan saja sekitar 10 persen dari jumlah total pengeluaran untuk pesta menjadi kebutuhan WO.

Carilah wedding organizer yang kooperatif, ramah dan tentunya telah berpengalaman mengadakan pesta di tengah pandemi. Kemudian, pilihlah paket yang ditawarkan sesuai dengan keperluan. Mintalah saran dari kerabat atau sahabat tentang wedding organizer yang berkompeten baik.

Bagi wanita, manfaatkanlah tes makeup untuk pre-wedding

Makeup merupakan kebutuhan utama bagi pengantin wanita. Tidak semua akan cocok dengan produk maupun gaya yang ditawarkan oleh pihak MUA, karena itu biasanya mereka memberikan tawaran untuk melakukan tes makeup pada Anda.

Nah, supaya hasil dari tes makeup tersebut tidak sia-sia. Maka ada baiknya memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan sesi foto pre-wedding dan tentunya Anda tidak harus mengeluarkan biaya ketika melakukan pemotretan.

Hati-hati dengan upacara adat

Keinginan untuk menggunakan acara adat pada pesta pernikahan biasanya akan muncul dari pihak keluarga besar dengan alasan menghormati adat istiadat. Namun, perlu Anda ketahui jika biaya untuk prosesi adat itu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Bahkan bisa jadi, biaya tersebut akan sama atau lebih besar dari biaya katering. Karena itu ada baiknya untuk mendiskusikan terlebih dahulu dengan pasangan dan juga keluarga.

Berhemat catering

Bukan lagi rahasia jika biaya terbesar yang dikeluarkan untuk sebuah acara pernikahan adalah pada catering. Untuk dapat menghemat, Anda dapat menyisihkan anggaran bagi catering sebesar 25% dari keseluruhan biaya pernikahan.

Umumnya untuk catering orang-orang akan menyisihkan sebesar 60% jika ingin menggunakan buffet dan apabila stall cukup 40%. Namun, di tengah pandemi seperti sekarang ini, jumlah tamu yang datang hanya bisa 25% saja. Karena itu Anda bisa berhemat lebih banyak.

Mintalah ‘bonus’ pada vendor

Anda boleh meminta ‘bonus’ pada pihak vendor, misalnya acara diadakan di sebuah hotel, maka berdiskusilah dengan mereka untuk mendapatkan kamar hotel agar Anda dan keluarga dapat staycation atau bisa juga sebagai hadiah bulan madu. Lalu bisa juga meminta bonus berupa dekorasi cantik untuk pelaminan, bonus foto, dokumentasi atau bila perlu membujuk mereka untuk memberikan ekstra makanan bagi tamu.

Patut diingat, jika prosesi ijab kabul lebih penting dibandingkan pesta resepsi. Karena bila Anda dan pasangan tidak masalah melakukan prosesi hanya di KUA, maka lakukanlah. Jangan cuma dikarenakan gengsi lalu Anda harus mengeluarkan biaya yang besar.

Related Posts