Home Pinjaman 4 Runtutan Kasus Pinjaman Online Mulai Tahun 2019 – 2021

4 Runtutan Kasus Pinjaman Online Mulai Tahun 2019 – 2021

by Lara Nifa
4 Runtutan Kasus Pinjaman Online Mulai Tahun 2019 - 2021

Belakangan ini ada kasus yang menarik untuk Anda simak, salah satunya adalah kasus terkait pinjaman online. Ada banyak persoalan yang terjadi, mulai dari tidak adanya perizinan tempat usaha dan proses penagihan yang tidak memperhatikan standar yang ada. Sehingga banyak hak-hak konsumen yang mengalami kerugian, baik itu material dan immaterial. 

Melalui artikel kali ini, kami mencoba merangkum beberapa kasus yang pernah terjadi terkait kasus pinjaman online tersebut. Hal ini menjadi gambaran dan bentuk evaluasi untuk Anda supaya tidak sembarangan dalam mengajukan pinjaman. Pastikan Anda mencari dan memilih lembaga pinjaman yang legal dan terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia.

Rangkuman Kasus Pinjaman Online 

1. Kasus Sopir Taksi yang Bunuh Diri 

Kasus ini terjadi mungkin sekitar 2 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Februari, 2019. Melalui beberapa penyelidikan dan informasi dari surat kabar online menjelaskan apabila telah ditemukan mayat sopir taksi yang telah ditemukan dalam keadaan gantung diri. Melalui surat yang ditemukan bahwa pria kelahiran 1984 tersebut terlilit utang dan tidak mampu melunasinya.

Mengenai isinya, “penagih utang online, kita bertemu saja di alam kematian saja.” ungkap Zulfadhli yang harus memutuskan dirinya untuk mengakhiri hidupnya itu. Bahkan, pesan dari Zulfadhli untuk tidak melunasi hutangnya dan meminta pihak berwajib khusus OJK memberantas dan tidak ada lagi kasus pinjaman online yang menjebak dan merugikan. 

Contoh kasus diatas termasuk dalam bagian yang sangat menyedihkan, apalagi menghilangkan nyawa seseorang. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat dalam melihat semuanya dengan jelas, apalagi jangan sampai mudah tergoda pinjaman online yang akan merugikan dan tidak ada izinnya tersebut. 

2. Kasus Vloan Penagihan Tanpa Etika 

Kasus ini terjadi mungkin sekitar bulan Januari, 2019 yang pihak kepolisian meringkus beberapa orang yang telah menyalahi aturan dan bertindak sewenang-wenang dari perusahaan fintech peer 2 peer (P2P) lending yang tanpa izin. Vloan disini ditetapkan sebagai tersangka, karena ada banyak ancaman yang diberikan kepada para nasabahnya yang telat bayar. 

Ada banyak kasus yang terjadi, mulai dari pengancaman, pornografi, kekerasan, dan bentuk menakut-nakuti nasabah. Prosesnya akan dilakukan melalui media elektronik dan berusaha untuk membuat nasabah ketakutan, sehingga mau tidak mau nasabah harus segera melunasi pinjaman tersebut dan langsung memberikannya. 

Padahal tindakan tersebut tidak wajar dan merugikan banyak pihak, hal ini telah melanggar kebijakan dan ketentuan dari OJK. sehingga, tidak butuh waktu lama pihak Kepolisian Republik Indonesia ringkus oknum dan menutup Vloan yang dimiliki oleh PT Vcard Technology Indonesia, perusahaan tersebut melanggar etika dan pertama ditangani oleh Polri. 

3. Kasus Pinjam Masa Pandemi 

Tahun 2020 memang Indonesia dilanda Pandemi Covid 19, waktu itu banyak masyarakat yang banyak kehilangan sumber pemasukan dan bingung untuk mendapatkan sumber dana. Salah satunya banyak yang memanfaatkan dan menggunakan pinjaman online, karena prosesnya cepat dan tidak membutuhkan persyaratan khusus. 

Tetapi, ada banyak informasi yang beredar melalui media sosial yang menjelaskan mengalami kerugian besar dari pinjaman online tersebut. Bahkan, suku bunga yang diberikan tidak tanggung-tanggung yang membuat masyarakat merasa tertekan dan tidak mampu untuk melunasi semua hutang yang ada tersebut. 

Melalui laman media online yang ada, ada salah satu pengguna Instagram membeberkan ceritanya terkait permasalahan pinjaman online. Awalnya hanya pinjam 4 juta rupiah, tetapi dalam kurun waktu tertentu hutang membengkak dan mencapai 40 juta rupiah. Kasus tersebut menjadi perhatian publik dan ramai di beberapa jagat media sosial Indonesia. 

Bahkan, banyak masyarakat yang menyayangkan kasus tersebut. Karena awal masa pandemi banyak orang susah dan terhimpit oleh keadaan. Tapi, oknum pinjol mengambil kesempatan dan merugikan banyak orang. 

4. Kasus Terbaru 2021 

Beberapa waktu terakhir belum terlalu lama pihak Polri berhasil meringkus beberapa perusahaan pinjaman online ilegal. Tidak tanggung-tanggung pihak kepolisian berhasil meringkus sekitar 13 perusahaan dan berhasil menyita sejumlah uang dengan nominal yang sangat besar, jumlahnya sekitar 20,4 miliar rupiah. 

Hal ini bermula dari laporan masyarakat dan banyak yang merasakan kerugian akibat dari tindakan dari pinjol tersebut. Salah satunya pihak berwenang berhasil mengungkap permasalahan di PT SCA yang terletak di Jakarta Utara. Indikasinya tetap sama yaitu sindikat pinjaman online yang menyebar ke seluruh Indonesia. 

Bahkan, ada beberapa area lokasi yang dilakukan mulai dari Medan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Bentuknya operasi masih tetap sama, adanya ancaman jika ada nasabah sulit membayar, besarnya suku bunga, dan tidak ada izin resmi dari OJK. 

Oleh karena itu, pemerintah melalui Polri dan OJK meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam menentukan aplikasi pinjaman online. Pastikan Anda mencari tempat yang benar-benar terpercaya dan mempunyai legalitas yang jelas. 

Related Posts